Selain Bank Wakaf Mikro, Presiden Akan Bangun BLK di Ponpes

16
Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para Kiai/Habib se-Jadetabek, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya mengembangkan program ekonomi keumatan seperti Bank Wakaf Mikro (BWM). Salah satu yang disasar adalah Pondok Pesantren (Ponpes).

“Kita dirikan di pondok-pondok yang memiliki lingkungan komunitas bisnis yang baik, sehingga berkembanglah ekonomi umat. Karena saya juga cek langsung ke beberapa pondok yang berjalan ini, alhamdulillah sangat baik,” ujar Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para Kiai/Habib se-Jadetabek, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (7/2) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menjawab mengenai kriminalisasi ulama atau anti Islam. Menurutnya, isu mengenai anti Islam dan ulama itu tidak berdasar karena dirinya lah yang menandatangani mengenai Hari Santri.

“Bagaimana anti islam, anti ulama. Tadi sudah disampaikan, Ketua Umum MUI. Yang tanda tangan hari santri itu siapa?” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan untuk pengembangan ekonomi umat melalui BWM berkembang dengan baik karena telah ada yang berpindah dari berjualan keliling menjadi memiliki warung misalnya.

“Yang dulunya misalnya di lingkungan itu ada bakso di gerobak, setelah mendapatkan pinjaman dari Bank Wakaf Mikro bisa memiliki warung, jualan di warung. Yang dulunya jualan gorengan, setelah mendapatkan bantuan dari Bank Wakaf Mikro bisa berjualan gorengan dan nasi uduk. Ya memang ini ekonomi super mikro yang kita tuju memang ke sana,” tambahnya.

Tahun ini, lanjut Presiden, insyaallah pemerintah juga akan membangun 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) khusus di pondok pesantren yang dimiliki.

“Memang baru 1.000, tapi 1.000 itu juga jumlahnya banyak, juga gede. Karena kita akan bangun bangunannya plus isinya. Sebuah pondok ingin skill yang ingin di-upgrade garment, ya berarti kita berikan di situ peralatan yang berkaitan dengan garment atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan garment,” ujarnya.

Ada juga, sambung Presiden, yang ingin untuk Informasi Teknologi (IT), maka disiapkan peralatan yang berhubungan dengan IT.

Selain itu, jika ada yang ingin berkaitan dengan industri kreatif, ya juga disiapkan.

“Tetapi kalau yang 1.000 nanti kita evaluasi, kita koreksi, insyaallah semuanya sudah benar, sudah betul, ya baru tentu saja dari 28.000 pondok pesantren yang ada di tanah air, itulah yang akan kita sasar,” jelas Presiden.

Hal ini dilakukan, menurut Presiden, setelah dirinya hampir setiap minggu, setiap hari keluar masuk pesantren, semakin masuk semakin saya tahu apa yang harus dikerjakan karena masukan dari pimpinan pondok dan juga santri.