Selamat Bekerja Jenderal Tito

Selamat Bekerja Jenderal Tito

22
0
BERBAGI
Presiden Jokowi menyematkan pangkat bintang 4 kepada Tito Karnavian, yang telah dilantiknya sebagai Kapolri, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7). Keputusan pengangkatan Tito sebagai Kapolri tertera dalam Keputusan Presiden No. 48 tahun 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri. Dengan pelantikan ini maka  pangkat Tito otomatis naik dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal. Jumlah bintang di bahu Tito pun bertambah dari sebelumnya tiga menjadi empat bintang.

Pelantikan Tito Karnavian sebagai Kapolri itu, dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Ibu Mufidah, Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jaksa Agung Prasetyo, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto.

Tiga pimpinan KPK juga hadir yaitu Agus Rahardjo, Basaria Pandjaitan, dan Saut Situmorang, Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, hingga Kepala BIN Sutiyoso.

Dalam amanatnya, Presiden memberikan dua tugas untuk difokuskan Tito Karnavian. “Dalam menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan, saya minta saudara fokus pada dua hal. Pertama, menjaga persatuan, kekompakan, soliditas internal Polri karena dengan kekompakan, persatuan, Polri akan memiliki pondasi yang kokoh dan kuat dalam menjalankan tugas yang diberikan negara,” kata Presiden.
Hal kedua,  Tito fokus melakukan reformasi Polri secara menyeluruh dan konsisten. “Reformasi harus menyeluruh dari hulu sampai hilir. Mulai dari sistem rekrutmen sampai dengan pelayanan Polri pada masyarakat. Mulai dari perubahan mental sampai dengan perubahan perilaku setiap anggota Polri,” tuturnya.

Presiden Jokowi ingin reformasi Polri betul-betul konkret dan terlihat nyata dalam wajah pelayanan, serta perlindungan Polri kepada rakyat.

Selain itu, Presiden juga ingin adanya perbaikan dalam kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat yang lebih mudah, lebih sederhana, tidak berbelit-belit, bebas pungutan liar (pungli) dan memiliki prosedur yang jelas. “Berantas dengan tegas praktik-praktik mafia hukum, perkuat profesionalisme dalam penegakan hukum sehingga dapat menjalin kepastian hukum, dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat,” kata Presiden.

Presiden Jokowi meminta Tito agar mendorong Polri untuk memberikan pengayoman dan perlindungan yang setara pada semua warga yang beragam. Polri harus mampu menjadi perekat kebhinekaan, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan Indonesia. “Bersama dengan itu, Polri juga harus mampu bersinergi dengan institusi pemerintah yang lain untuk mengajak masyarakat tetap waspada pada ancaman bahaya terorisme dan narkoba,” kata Presiden.

Presiden juga meminta agar Tito mengarahkan Polri mengambil berbagai langkah penangkalan, pencegahan, dan deteksi dini terhadap setiap potensi di lapangan yang ada, terutama ancaman terorisme.
Selain mengucapkan selamat atas pelantikan Tito menjadi Kapolri, Presiden Jokowi menyebut bahwa lulusan terbaik Akademi Kepolisian pada 1987 itu telah diberi amanah, kepercayaan sekaligus tanggung jawab oleh negara untuk memastikan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat agar berjalan secara baik.

Selain itu, masyarakat tentunya mengharapkan juga penegakan hukum berjalan dengan profesional dan mendapatkan perlindungan pengayoman sekaligus pelayanan yang setara secara prima.

“Ke depan saudara menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, tetapi saya meyakini di bawah kepemimpinan saudara, Polri akan mampu mengemban tantangan tugas yang berat itu dengan baik sehingga Polri menjadi institusi yang semakin dipercaya oleh rakyat,” ujar Presiden.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon meminta Tito Karnavian menyelesaikan masalah kriminalitas karena diprediksi tingkat perekonomian Indonesia tidak lebih baik dari sebelumnya.
“Saya kira masalah ke depan kalau tingkat ekonomi kita membaik maka kriminalitas akan rendah namun kalau ekonomi memburuk maka kriminalitas makin tinggi. Ini menjadi tantangan bagi Kapolri baru,” ujarnya.

Tito Karnavian merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian angkatan 1987. Saat dilantik sebagai Kapolri, Tito masih menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror, Kapolda Papua, dan Kapolda Metro Jaya.

Di internal Polri, pemilihan Tito memang cukup mengejutkan. Pemilihannya sempat memantik perdebatan hangat karena Tito “terpaksa” melangkahi perwira tinggi lain atau lima angkatan akademi kepolisian (akpol) di atasnya.

Dengan status sebagai Akpol ’87, Tito melangkahi Komjen Budi Gunawan (Akpol ’83), Komjen Dwi Priyatno (Akpol ’82), Komjen Budi Waseso (Akpol ’84), Komjen Putut Eko Bayuseno (Akpol ’84), Komjen Syafruddin (Akpol ’85), Komjen Suhardi Alius (Akpol ’85), dan Komjen Ari Dono Sukmanto (Akpol ’85).