Senator NTT: Pemuda Katolik Harus Rebut Peluang MEA

89
Anggota DPD dari Propinsi NTT Adrianus Garu berphoto bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kumba di Ruteng, Flores.

JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu meminta pemuda-pemudi Katolik agar tidak hanya menjadi penonton dalam pertarungan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Menurutnya, pemuda-pemudi Katolik harus memanfaatkan komunitas terus untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Bila perlu rebut peluang yang ada, seiring dibukanya MEA, 1 Januari 2016 lalu. “Jangan hanya jadi penonton. MEA itu memberikan banyak peluang. Masuk dan bergerak agar tidak diambil negara lainnya,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus Garu di Jakarta, Rabu (20/4).
Sebelumnya,  Andre menyampaikan hal itu dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kumba di Ruteng, Flores, pekan lalu.

Acara itu dihadiri para pemuda dan pemudi Katolik yang berada di Paroki Kumba.

Andre yang juga salah seorang kandidat Gubernur NTT ini mengatakan peluang yang hadir seiring dengan berlakukanya MEA adalah produk Indonesia bisa bebas masuk ke negara Asean lainnya.

Warga Indonesia juga bisa masuk negara Asean lainnya secara bebas karena bebas visa.

Dalam kondisi seperti itu, pasar penjualan produk Indonesia tidak hanya terbatas di Indonesia tetapi juga bisa masuk bebas ke negara Asean lainnya. Demikianpun produk dari negara Asean lainnya bisa bebas masuk ke Indonesia. “Peluang ini yang harus ditangkap. Pemuda Katolik harus kreatif, cepat dan lahirkan inovasi sebanyak-banyaknya karena pasar semakin luas,” tutur anggota Komite IV DPD ini.

Khusus untuk produk-produk dari NTT, dia tegaskan ada banyak yang bisa dipasarkan ke pasar MEA. Misalnya penjualan pernak-pernik dari kayu Cendana yang merupakan kekhasan masyarakat NTT. Masyarakat juga bisa menjual komoditi Kopi yang dikenal terbaik di negara ini. “Produk NTT banyak yang bisa dijual asalan ditingkatkan daya saingnya. Pemasaran juga harus massif supaya diketahui orang,” tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Manggarai ini.