Serapan APBN 2016 KESDM Sebesar Rp 3 Triliun

19
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.

JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat prestasi yang luar biasa dalam penyerapan anggaran. Hingga bulan Juni ini, anggaran tahun 2016 yang sudah terserap mencapai hampir 30% atau setara dengan sekitar Rp 3 trilunan. Tahun anggaran 2016 Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran senilai Rp 8.563,9 miliar yang terdiri dari Rp 4.326,2 miliar (50,5%) belanja barang,  Rp 2.646,5 miliar (30,9%) belanja modal, Rp 834,5 miliar (9,7%) belanja pegawai dan Rp 756,7 miliar (8,8%) berupa output cadangan. “APBN 2016 Serapannya jauh lebih baik daripada tahun tahun sebelumnya. Sekarang ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu sudah lima kali lipat serapan dari tahun lalu,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said di acara Halal Bi Halal Keluarga Besar ESDM, di Jakarta, Senin (18/7).

Tahun lalu Sudirman menambahkan, serapan anggaran antara Juni-Juli rata-rata masih dibawah 10% serapannya. “Sekarang serapannya sudah mendekati hampir 30%, sudah diatas 25%,” tegas Sudirman.

Sudirman mensyukuri capaian ini, menurutnya capaian ini merupakan progress yang luar biasa. “Capaian ini merupakan proses panjang yang terencana yang dimulai dengan persiapan dokumentasinya tujuh bulan lebih awal dan proses tender yang seluruhnya selesai di akhir tahun 2015 dan kontrak-kontrak diawal tahun 2016,” ujar Sudirman.

Untuk mencapai realisasi anggaran yang maksimal, Kementerian ESDM mengambil beberapa langkah-langkah strategis serta membentuk  Unit Percepatan dan Pengendalian Pembangunan Infrastruktur. Tim ini bertugas memfasilitasi, melakukan the bottlenecking, melancarkan prosedur-prosedur dan apa-apa yang tersumbat. Unit ini telah bekerja sejak bulan Juni 2015 untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran Kementerian ESDM sesuai target yang sudah ditetapkan yakni 90% untuk anggaran APBN 2016.