Setelah Mekaar dan Bank Wakaf, Pemerintah Sekarang Punya Program Ekonomi Umat

15
Presiden Jokowi memenuhi permintaan selfi warga saat penyerahan 600 KUR, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2)

TASIKMALAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemerintah sekarang ini mempunyai program ekonomi umat dan ekonomi rakyat. Salah satunya, Program Mekaar.

“Pinjamannya memang hanya sedikit, Rp2 juta, mengangsurnya baik menyicilnya baik jadi Rp4 juta, naik. Rp4 juta, bagus cicilannya, naik menjadi Rp8 juta,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Penyaluran 600 Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ketahanan Pangan dan Aksi Ekonomi Untuk Rakyat, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2) sore.

“Ini yang kredit mikro untuk pedagang asongan, untuk yang jualan nasi uduk, untuk yang jualan bakso, bisa mengambil yang Program Mekaar,” ujarnya.

Selain Program Mekaar lanjut Presiden, juga ada program yang namanya UMi, UMi (Ultra Mikro). Ini lebih kecil lagi.

Juga sama, bisa dipakai untuk usaha-usaha kecil-kecil yang di rumah, bisa mengambil ini. Kemudian kalau naik lebih banyak mengambilnya harus KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang bisa pinjamannya sampai Rp500 lima juta.

Kepala Negara mengingatkan, yang namanya meminjam itu harus bayar, harus menyicil, harus mengangsur, disiplin. Kalau disiplin, namanya baik, bisa tambah ke atas.

Untuk itu, Kepala Negara berpesan, agar masyarakat hati-hati menggunakan uang pinjamannya. Jangan sampai dapat Rp30 juta besoknya pergi ke dealer sepeda motor, pulang naik sepeda motor, gagah. Padahal sepeda motornya masih nyicil j juga KUR-nya juga nyicil juga ke bank.

“Enam bulan enggak bisa nyicil ke dealer enggak bisa mengangsur ke bank, sepeda motornya diambil dealer, KUR-nya juga diambil asetnya. Nah hati-hati, hati-hati,” tutur Kepala Negara.

Uang pinjaman itu, menurut Kepala Negara, harus semuanya dipakai untuk modal usaha. Semuanya harus dipakai untuk modal kerja kita. Jangan sampai dipakai yang lain. Kalau nanti usahanya sudah untung, mau beli baju silakan, mau beli kebaya silakan. Dari keuntungan, bukan dari uang pinjaman.

Bank Wakaf Mikro

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah juga memiliki yang namanya Bank Wakaf Mikro, yang didirikan di pondok-pondok pesantren. Memang belum semuanya, tapi Bank Wakaf Mikro ini telah didirikan di 44 pondok pesantren.

“Satu pondok diberikan modal kurang lebih Rp8 miliar, tapi itu untuk pinjaman ibu-ibu di pondok maupun di lingkungan pondok pesantren,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, program sudah berjalan dua tahun dan akan dievuasi agar pondok-pondok yang lain juga bisa diberikan Bank Wakaf Mikro.

Selain itu, Presien menjelaskan, dalam rangka pembangunan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tahun ini juga akan dibangun seribu BLK (Balai Latihan Kerja) komunitas di pondok-pondok pesantren, agar santri-santri kita ini juga belajar keterampilan.

Diharapkan nantinya santri-santri kalau bekerja misalnya di bank syariah itu nantinya juga bisa naik kelasnya. Ada yang jadi manager bank syaria.

“Ini yang akan kita mulai pada tahun ini, kita bangun kurang lebih seribu BLK Komunitas. Tahun depan rencana kita akan kita bangun 3.000 BLK Komunitas di pondok-pondok pesantren. Bukan hanya untuk santri tapi juga untuk lingkungan di sekitar pondok pesantren,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan, kita sekarang berhadapan dengan persaingan antarnegara, kompetisi antarnegara, sehingga keterampilan ini harus diperbaiki, di-upgrade, ditingkatkan. Caranya, dengan training-training, dengan pelatihan-pelatihan sehingga nanti yang berkaitan dengan pengolahan pertanian, yang berkaitan dengan peternakan, yang berkaitan dengan industri kreatif, industri fashion, semuanya kita bisa memasuki pasar-pasar, bukan hanya pasar dalam negeri tapi juga pasar luar.