Setnov Tumbangkan 7 Caketum Di Munaslub

Setnov Tumbangkan 7 Caketum Di Munaslub

23
0
BERBAGI

JAKARTA-Terpilihnya Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2016-2019 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali perlu diapresiasi dan harus dihormati oleh semua pihak.

Sebagai Ketua Umum yang baru tentunya harus diberikan selamat, baik kepada Partai Golkar yang telah berhasil memilih Ketum baru, maupun kepada Setya Novanto secara pribadi sebagai politisi yang akan memimpin perahu besar bernama Golkar.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (17/5) mengatakan, terpilihnya Novanto pada Munaslub kali ini, benar-benar menunjukkan Novanto sebagai politisi Golkar yang tangguh, karena dari proses pemilihan yang berlangsung pada Selasa dini hari, ia berhasil menumbangkan tujuh lawan lainnya.

Padahal, lanjut Qodari, jika dirunut pada Munas Golkar sebelumnya, seorang calon ketua umum biasanya tumbang jika dikeroyok oleh banyak calon. Sebagaimana yang terjadi pada Munas Golkar 2004 yang menumbangkan Akbar Tandjung dan memenangkan Jusuf Kalla.

Hanya kemudian, lanjut Qodari, setelah terpilih ini, tugas Novanto selanjutnya adalah membuktikan dan memastikan bahwa program-program yang sudah dicanangkan bisa dimplementasikan untuk kepentingan konsolidasi partai Golkar dan menjemput kemenangan baik pada pilkada 2017, 2018, maupun pada pemilu 2019 nanti.
“Dan Novanto punya modal untuk melakukan itu,” ujarnya.

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin menilai Munaslub kali ini berlangsung sangat demokratis dan elegan. Semua proses politik dilalui dengan baik dan lancar. Ini menunjukkan Partai Golkar semakin matang di tengah derasnya dinamika dan badai yang terus menerpa. “Saya mengapresiasi perjalanan Munaslub Partai Golkar yang demokratis, elegan dan semua proses serta prosedur dilalui. Semua calon juga tidak ada yang keberatan dan mengikuti semua proses yang ada. Ini luar biasa,” katanya.

Seperti diketahui, Novanto memperoleh suara sebanyak 277 dan Ade Komarudin 173 suara. Perolehan suara Akom menembus 30 persen dari 554 suara di bawah Novanto yang sudah terlebih dulu memenuhi persyaratan untuk lolos itu. Seharusnya, putaran kedua dipastikan terjadi. Namun Akom memilih untuk legowo.

Dengan demikian Novanto terpilih secara aklamasi tanpa pemungutan suara kedua, karena bakal caketum Ade Komarudin menyatakan legowo ‘kalah’ dari gelanggang pemilihan.

Akom menyatakan akan memberi dukungan penuh bagi kepengurusan Novanto yang terpilih memimpin Golkar pada periode 2014-2019. “Saya dan rekan-rekan saya akan memberikan support kepada Pak Novanto dan nantinya kepada pengurusnya untuk kebesaran Partai Golkar. Saya dan istri saya mengucapkan selamat kepada Pak Novanto untuk kebesaran Partai Golkar,” kata Akom. ***