SMF Salurkan Dana Sebesar 8,510 Triliun Rupiah

39

JAKARTA- PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF)  telah menyalurkan pembiayaan  di sektor perumahaan sebesar 3,252 triliun rupiah pada 2012 atau  tumbuh 166 persen dibandingkan tahun 2011 yang sebesar 1,958 triliun rupiah. Dengan demikian, secara kumulatif sampai dengan tahun 2012,  SMF telah berhasil mengalirkan dana dari pasar modal ke sektor riil perumahan yakni mencapai 8,510 triliun rupiah  untuk 232.322 debitur KPR. “Kegiatan kami mengalirkan dana jangka menengah atau panjang dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan melalui transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman. dana untuk memfasilitasi sekuritisasi sebesar 2,955 triliun rupiah dan dari total penyaluran pinjaman sebesar 5,555 triliun rupiah,” ujar Direktur Utama SMF,  Raharjo Adisusanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut dia, kinerja SMF tahun 2012 dapat dilihat dari sekuritisasi sebesar 1,000 triliun rupiah naik 142 persen dari tahun sebelumnya sebesar 703 miliar dan penyaluran pinjaman sebesar 2,252 triliun rupiah atau naik 180 persen  dari tahun sebelumnya sebesar 1,254 triliun rupiah. Sehingga total aliran dana tahun 2012 adalah sebesar 3,252 triliun rupiah mencapai 166 persen dari tahun sebelumnya sebesar 1,958  triliun rupiah. 

Sedangkan total aset tahun 2012 kata dia sebesar 6,180 triliun rupiah atau naik 128 persen dari tahun sebelunya sebesar 4,818 triliun rupiah, total liabilitas sebesar 3,526 triliun rupiah atau naik 153 persen dari tahun sebelumnya sebesar 2,310 triliun rupiah, total ekuitas sebesar 2,654 triliun rupiah atau naik 106 persen  dari tahun sebelumnya sebesar 2,508 triliun rupiah dan laba bersih sebesar 147 miliar rupoah atau naik 184 persen dari tahun sebelumnya sebesar 80 miliar rupiah. “Dalam penyaluran pinjamannya, SMF menerapkan asas kehati-hatian sehingga diperoleh tingkat resiko kredit yang rendah, yaitu hingga saat ini tidak ada NPL,” tegas Raharjo.

Dia menambahkan, pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. Selama tahun 2012, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar 2,580  triliun rupiah melalui penerbitan obligasi PUB I Tahap II sebesar 1,250 triliun rupiah, PUB II Tahap I  sebesar 750 miliar rupiah dan 1 (satu) kali penerbitan MTN sebesar 580 miliar rupiah.

Dengan demikian jelas dia, sampai dengan akhir tahun 2012,posisi(outstanding)  surat utang SMF mencapai3,477 triliun rupiah, sedangkan posisi (outstanding) penyaluran pinjaman mencapai 4,779 triliun rupiah.  “Yang selisihnya penggunaan ekuitas, fungsi ekuitas disini adalah sebagai bridging penyaluran pinjaman,” tutur dia.

SMF jelas dia berupaya meningkatkan penyaluran pinjaman pada perbankan syariah dan bank daerah selain perbankan konvensional melalui pendanaan dari pasar modal, dengan sumber dana dari penerbitan obligasi PUB II sebesar total plafon 5 triliun rupiah, yang rencananya untuk PUB II Tahap II akan dilaksanakan pada pertengahan semester I/2013. “Kegiatan yang dilakukan SMF tersebut diharapkan secara bertahap mampu menciptakan mekanisme pasar yang dapat menurunkan tingkat suku bunga KPR sehingga memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia,” pungkas dia.