SRG Alternatif Pembiayaan Efektif Bagi Petani

48

DENPASAR-Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional dengan menumbuhkan sektor riil melalui penyediaan akses pembiayaan bagi pelaku usaha terutama petani/UKM dengan agunan resi gudang tanpa mempersyaratkan agunan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Sutriono Edi saat membuka sekaligus memberikan pengarahan pada acara sosialisasi SRG,  di Denpasar, Bali, Selasa (25/2).

Sutriono menjelaskan pemerintah sangat berkepentingan dalam meningkatkan kualitas produk komoditi dalam negeri, antara lain dengan penciptaan suatu instrumen pembiayaan perdagangan yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya petani/UKM, cukup dengan jaminan komoditi yang mereka miliki guna mendapatkan modal kerja. Pembiayaan tersebut sangat berguna bagi petani untuk membiayai kegiatan tanam-menanam berikutnya, termasuk membeli pupuk, bibit, dan biaya kehidupan sehari-hari, sedangkan bagi pelaku usaha pembiayaan dapat meningkatkan permodalan usahanya, sehingga mereka tetap mampu meningkatkan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan walaupun modal yang dimiliki terbatas.  “Saya yakin sosialisasi ini dapat membuka wawasan kita dan memperdalam pemahaman kita akan potensi dan peran penting SRG di Indonesia sebagai suatu mekanisme tunda jual, pembiayaan maupun penambahan modal kerja untuk mendorong peningkatan perekonomian daerah dan nasional,” tutur Sutriono.

Dia  melanjutkan SRG lahir sebagai salah satu instrumen dalam sistem pembiayaan perdagangan yang memberikan payung hukum pemberian kredit oleh lembaga keuangan baik bank maupun non-bank dengan jaminan hanya resi gudang, tanpa mempersyaratkan agunan lainnya.  “SRG bagi pelaku usaha terutama petani dan UKM dapat dijadikan instrumen pemasaran untuk memperoleh harga terbaik dengan cara menunda penjualan komoditi pada saat musim panen raya di mana harga komoditi cenderung rendah melalui penyimpanan komoditinya di gudang. Dengan mekanisme ini, petani dapat meningkatkan pendapatannya. SRG juga dapat berperan penting sebagai sarana penyimpanan logistik dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi yang dapat mewujudkan ketahanan pangan,” jelasnya.