Starup DANA Dorong Masyarakat Pakai Transaksi Digital

54
kompas

SURABAYA-Starup dompet digital, DANA berusaha mendorong produktivitas masyarakat dengan transaksi digital. Hal ini sesuai dengan program pemerintah yang mendorong transaksi nontunai.

Kegiatan transaksi saat ini masih didominasi tunai yang mencapai 90 persen. “Oleh karena itu, kami ingin terus meningkatkan penetrasi penggunaan layanan transaksi digital. Sejak setahun diluncurkan, hingga sekarang jumlah pengguna DANA sudah mencapai 10 juta pengguna,” kata Chief Communications Officer DANA, Chrisma Albandjar di Surabaya, Jumat, (29/3/2019).

Dengan segera rampungnya infrastruktur Palapa Ring, kata dia, diharapkan penggunaan transaksi nontunai akan naik, seiring bagusnya kualitas jaringan.
“Nantinya internet sudah seperti oksigen, sehingga orang bisa menggunakan internet secara produktif,” ucapnya.

Untuk itu, dompet digital DANA sebagai infrastruktur transaksi pembayaran nontunai dan nonkartu terus berusaha mendorong produktivitas para pelaku ekonomi.

Tercatat, jumlah transaksi DANA tiap hari mencapai 1 juta kali transaksi, dan ke depan terus ditarget naik karena seluruh lapisan masyarakat bisa menggunakan fitur yang ada pada platform DANA, sehingga dapat menunjang transaksi keuangan dan gaya hidup.

Sebelumnya, Platform DANA mengantongi izin dari Bank Indonesia untuk pembayaran melalui QR Code, dompet digital DANA mengatakan mendukung standardisasi kode QR yang akan dirilis Bank Indonesia.
“Kita mendukung. Kalau misalnya nanti Bank Indonesia sudah menerapkan standardisasi dengan QR, kita akan ikuti,” ujar CEO DANA, Vince Iswara, dalam temu media kolaborasi 11.11 di Jakarta, Minggu.

Selain kode QR, selama Maret hingga Agustus, DANA juga telah mengumpulkan izin untuk e-money, transfer dana, P to P transfer, dompet elektronik, e-wallet, Layanan Keuangan Digital dan standalone app.

“Dari awal kita launching sampai sekarang kita lakukan sesuai dengan aturan. Kita comply 100 persen, kita mengikuti prosedur 100 persen,” kata Vince.

Penggunaan kode QR pada DANA sudah dapat dilakukan di 118 cabang Ramayana di 34 kota di Indonesia dan di KFC wilayah Jabodetabek, kecuali Plaza Senayan, Bandara Soekarno-Hatta Terminal 1, 2 dan 3, serta KFC di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. “QR-nya kita sudah ada izin untuk bisa melakukan operasional,” sambung dia.

Selanjutnya, DANA berencana untuk memperbanyak rekanan retail offline. Lebih dari itu, DANA memiliki misi mewujudkan Indonesia Cashless Society.

“Kita ingin sekali supaya menjadi open platform tidak ada limit ke merchant satu atau dua, semua bisa. Kita open ke semua merchant, terintegrasi ke kita,” ujar Vince.

Sebagai informasi, kode respons cepat (quick response/QR Code) dalam sistem pembayaran merupakan cara pemenuhan transaksi dengan pemindaian melalui smartphone atau infrastruktur lain milik pembeli maupun penjual.

Bank Indonesia, April lalu, mengatakan kode QR akan dapat digunakan lintas layanan dan terkoneksi dari berbagai perusahaan penyelenggara. Konsep interkonektivitas dan interoperabilitas itu bakal diatur dalam standarisasi “QR Code”.