Struktur Industri Elektronika Semakin Kuat Seiring Peningkatan Investasi

10
industri

JAKARTA-Industri elektronika di Indonesia diyakini akan semakin kuat struktur manufakturnya seiring masuknya sejumlah investor baru. Peningkatan investasi ini selain dapat memacu kapasitas produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, juga diharapkan menghasilkan produk substitusi impor.

“Industri elektronika ini terus kami genjot pengembangannya agar mampu berperan sebagai sektor penghasil devisa yang signfikan, dan sektor ini menjadi industri berbasis dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (20/7).

Menperin mengungkapkan, salah satu investor industri elektonik yang telah menyatakan minatnya bakal menggelontorkan dananya di Indonesia, yaitu Compal Group.

“Compal adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch yang akan masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Airlangga menambahkan, Compal sedang mencari lokasi baru untuk basis produksinya. Salah satu lokasi yang dibidiknya adalah Indonesia.

“Mereka lagi mengkaji. Dalam penjajakannya, mereka melihat lokasi baru di ASEAN dan akan minat masuk investasi di Indonesia,” tuturnya.

Menperin pun menyambut baik rencana investasi dari Compal Group tersebut. “Dengan adanya fasilitas insentif tax holiday yang kami tawarkan, mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Menperin, saat ini Compal memproduksi beragam produk elektronik dan sudah punya pasar yang besar. “Mereka produsen iPad, Apple Watch dan banyak produk lain. Untuk market share dunia mendekati 25% dan mereka produsen dari hampir semua mini notebook,” imbuhnya.

Dalam perkembangannya, Compal Group menjadi perusahaan manufaktur produk 5C seperti notebook computers, tablets, wearable devices, dan smartphones. Selain itu mereka berupaya mengintegrasikan produknya menjadi aplikasi IoT untuk menciptakan smart house, smart car, dan smart health care untuk menjadi penyedia solusi yang terbaik.

Pada tahun 2007, mereka memiliki pabrik di Vietnam, kemudian memiliki service center di Polandia dan pabrik di Brasil. Compal telah menyerap tenaga kerja sebanyak 80.000 orang di seluruh dunia. Saat ini, Compal didukung dengan manajemen dan R&D yang solid.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto mengemukakan, niat Compal untuk mencari lokasi produksi baru karena dampak perang dagang China-AS, sehingga perlu ada diversifikasi pasar. “Mereka melihat pasar dalam negeri kita cukup besar. Kalau dia jadi masuk, akan membangun satu klaster dengan vendornya,” ungkapnya.

Menurut Harjanto, dalam upaya memfasilitasi investasi sektor industri yang masuk ke Indonesia, pemerintah terus mengakselerasi sejumlah pembagunan kawasan industri yang terintegrasi dengan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan. “Hal ini agar bisa cepat untuk suplai bahan bakunya,” ujarnya. Sebab, akan memacu nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri agar bisa ekspor.