Suka Hina dan Maki di Medsos, Presiden Minta Perbanyak Pelajaran Etika

Suka Hina dan Maki di Medsos, Presiden Minta Perbanyak Pelajaran Etika

25
0
BERBAGI
Presiden Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami’ di Pondok Gontor, Ponorogo, Jatim, Senin (19/9)

PONOROGO-Presiden Joko Widodo menyindir komunikasi di media sosial (medsos) belakangan ini yang memperlihatkan gaya saling menjelekkan, mencela, merendahkan, menghina bahkan  mengolok-olok pihak lain. Untuk itu, Presiden meminta agar memperbanyak pelajaran etika. “Apakah itu nilai-nilai Islam Indonesia? Jawaban saya bukan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Resepsi Kesyukuran 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, di  Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Senin (19/9).

Presiden mengaku miris saat membaca berita online. Saat membacannya, Kepala Negara seringkali melompati judulnya dan langsung membaca komentarnya.

Presiden merasa sedih membaca komentar saling hujat, saling memaki, dengan kata-kata yang diyakini bukan nilai kesopanan bangsa ini. “Ada sebuah nilai-nilai yang saat ini mengilfiltrasi kita. Itulah nanti yang akan menghilangkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” tutur Presiden.

Untuk itulah, Presiden Jokowi mengaku sudah menyampaikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar prosentase pendidikan SMP dan SD diberikan lebih tinggi untuk pendidikan etika, budi perketi, dan sopan santun.

Meskipun Indonesia mempunyai potensi yang besar, seperti di laut, minerba, tanpa sumber daya manusia mumpuni maka akan sangat sulit berkompetisi dengan negara-negara yang lain. “Yang kita estafetkan mestinya adalah sebuah nilai-nilai, bukan sebuah barang, bukan sebuah kekayaan,” tegasnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Presiden Jokowi,  antara lain nilai jati diri, identitas, karakter, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai keja keras, nilai-nilai optimisme, nilai-nilai Islami, yan g sekarang seperti kehilangan.

Puji Gontor

Sebelumnya pada awal sambutannya Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo memuji peran Pondok Pesantren Gontor.

Menurutnya, kelas Pesantren Gontor bukan hanya nasional tetapi internasional.

Sebelumnya, Presiden sempat bersalaman dengan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke, bahkan ada dari Thailand, dan Amerika Serikat. “Ini pondok bukan hanya nasional tapi medunia, tadi Pak Gubernur mengucapkan terima kasih di Jatim sudah ada Gontor. Saya juga karena di Indonesia sudah ada pondok gontor,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang, Gontor yang berhasil melampaui beberapa jaman, mulai dari era kebangkitan nasional, di era reformasi sampai sekarang ini.

Presiden juga menyampaikan rasa senang karena alumni-alumni Pondok Pesantren Gontor, ada yang menjadi Ketua MPR, pimpinan DPD, di eksekutif banyak seperti Menteri Agama.

“Artinya dari sisi persaingan sudah ditunjukkan bahwa alumni Pondok Pesantren Gontor bisa bersaing,” pungkas Presiden.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya menyampaikan semua Presiden Republik Indonesia sebelumnya pernah datang ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Namun, Presiden Jokowi disebutkan berbeda dengan Presiden sebelumnya, karena mengajak serta istrinya yaitu Ibu Negara Iriana Jokowi dalam kunjungannya ke Pondok Modern Darussalam Gontor kali ini.

Seusai Presiden Jokowi menyampaikan sambutannya, acara Resepsi Kesyukuran 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor itu diakhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan baru Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor oleh Presiden Jokowi.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan itu antara lain Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua MPR Zulkfli Hasan, Wakil Ketua MPR, dan Gubernur Jatim Soekarwo.