Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

22
Bank Indonesia

JAKARTA-Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada bulan Juli 2016, terutama didukung oleh surplus perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 0,60 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Juni 2016 yang sebesar 0,88 miliar dolar AS. “Surplus yang lebih rendah tersebut didorong oleh menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas meskipun defisit neraca perdagangan migas mengalami perbaikan,” ujar Kepala Departemen Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara di Jakarta, Senin (15/8).

Menurutnya, neraca perdagangan nonmigas pada Juli 2016 mencatat surplus sebesar 1,07 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Juni 2016 yang sebesar 1,46 miliar dolar AS.

Menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 3,27 miliar dollar AS, melebihi penurunan impor nonmigas sebesar 2,88 miliar dolar AS. “Penurunan ekspor nonmigas terutama dipengaruhi oleh penurunan ekspor mesin dan peralatan listrik, perhiasan dan permata, mesin dan pesawat mekanik, pakaian jadi bukan rajutan, serta bijih, kerak, dan abu logam,” terangnya.

Sementara itu, penurunan impor nonmigas disebabkan oleh turunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, besi dan baja, serta bahan kimia organik.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas turun dari 0,58 miliar dolar AS pada Juni 2016 menjadi 0,48 miliar dolar AS pada Juli 2016. Penurunan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor migas sebesar 0,30 miliar dolar AS, terutama impor hasil minyak sebesar 0,31 miliar dolar AS dan gas alam sebesar 0,02 miliar dolar AS, yang jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor migas sebesar 0,19 miliar dolar AS.

BI melihat kinerja neraca perdagangan pada Juli 2016 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. “Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik,” tuturnya.