Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat

0
BERBAGI

JAKARTA-Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2016 mencatat surplus sebesar 1,15 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,01 miliar dolar AS. Perbaikan neraca perdagangan tersebut terutama didukung oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas. “Selain itu, neraca perdagangan migas yang mencatat surplus juga mendukung perbaikan tersebut,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/3).

Menurutnya, neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2016 mencatat surplus 1,14 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Januari 2016 yang sebesar 0,12 miliar dolar AS. Peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dipengaruhi oleh naiknya ekspor nonmigas (8,67%, mtm) dan turunnya impor nonmigas (2,13%, mtm).

Dijelaskan, peningkatan ekspor nonmigas utamanya terjadi pada ekspor perhiasan/permata, benda-benda dari besi dan baja, kapal laut, kendaraan dan bagiannya, dan timah. Sementara itu, penurunan impor nonmigas pada Februari 2016 terutama dipengaruhi impor mesin dan peralatan mekanik, senjata dan amunisi, serealia, benda-benda dari besi dan baja, serta besi dan baja.

Sementara itu, ujarnya neraca perdagangan migas mengalami surplus sebesar 0,01 miliar dolar AS di Februari 2016, setelah pada bulan sebelumnya tercatat defisit 0,11 miliar dolar AS. Perbaikan neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan ekspor migas sebesar 0,47% (mtm). Perbaikan tersebut juga didukung oleh penurunan impor migas sebesar 8,79% (mtm). “Ke depan, BI memperkirakan kinerja neraca perdagangan tetap positif mendukung kinerja transaksi berjalan. BI a akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan,” pungkasnya.