Tambahan Kuota Haji Indonesia Akan di Bawa Raja Salman

59

SERANG-Presiden Joko Widodo meyakini pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyetujui permintaan tambahan kuota haji bagi jamaah haji Indonesia. Namun kesepakatan penambahan kuota haji untuk Indonesia menurut rencana akan diatur secara formal ketika Raja Salman berkunjung ke Indonesia. “Besaran tambahan kuota haji belum bisa disampaikan, ini menunggu hitung-hitungan pemerintah Arab Saudi. Mungkin akan difinalisasi dulu di sana pada saat nanti Raja Salman ke Indonesia pada Oktober,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawan seusai mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPN Karangantu, Kasemen, Kota Serang, Banten, Minggu (11/9).

Selain tambahan kuota haji, pemerintah Indonesia juka meminta pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar memberikan sisa kuota haji negara tetangga yang tidak terpakai. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi masa tunggu umat Islam di tanah air yang akan menunaikan ibadah haji. “Mungkin Oktober nanti, sudah ada pernyataan berapa tambahan untuk Indonesia plus tambahan kuota-kuota yang tak terpakai yang Di Singapura, Filipina, dan Jepang. Itu juga yang kemarin kita minta dan bicarakan,” terang Presiden.

Presiden Jokowi mengaku sudah berbicara dengan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, di Hangzhou, RRT terkait tambahan kuota haji. “Beliau sudah menyampaikan akan ditambah. Sudah saya sampaikan, tambahan itu tolong juga ditambahkan lagi dengan kuota yg diberikan ke Filipina, Jepang, Singapura, yang tidak terpakai akan kita pakai semuanya. Beliau sudah menyanggupi dan akan dihitung dulu,” kata Presiden Jokowi.

Karena itulah, saat menerima kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Presiden juga menyampaikan keinginannya memanfaatkan kuota haji Filipinan. “Beliau (Duterte) juga (mengatakan) silakan,” ujarnya.

Namun, prosedurnya yang akan dibenahi. “Jangan sampai kayak yang sudah-sudah, yang sebelumnya memakai paspor yang palsu. Ini yang menyebabkan ruwet di situ,” tuturnya.

Mengenai nasib 700-800 WNI yang sudah terlanjur di Arab Saudi, Presiden Jokowi mengatakan akan diselesaikan sebaik-baiknya antara Indonesia dan Filipina. Kemungkinan akan menggunakan  surat laksana paspor langsung dari Saudi. “Kalau memungkinkan bisa langsung ke Indonesia. Kalau tidak bisa ke Filipina dulu dan pihak Filipina akan membantu penuh karena Presiden Duterte melihat ini adalah korban dari sindikat haji,” terang Presiden Jokowi.