Tapering Justru Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

58

JAKARTA-Dampak pengurangan stimulus (tapering) yang dilakukan Bank Sentral Amerika (The Fed) mulair Januari 2014 justru menimbulkan efek positif. “Keputusan itu (tapering) menandakan pertumbuhan ekonomi AS mulai membaik dan artinya, akan membantu memperbaiki pertumbuhan negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia,” kata Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia,  Tom Aaker di Jakarta, Kamis, (19/12). 

Menurut Tom,  tanda-tanda pulihnya ekonomi AS dan China diperkirakan akan membuat perputaran kembali arus ekspor impor menuju kedua negara yang termasuk ke dalam negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Namun kata Tom, bergejolaknya pasar di Indonesia diprediksi hanya bersifat temporer. “Mungkin Indonesia akan volatile (bergejolak) untuk sementara waktu, tapi untuk jangka panjang, ekonomi Indonesia bisa baik. Itu juga berlaku untuk bisnis perbankan,” terangnya

Sebelumnya, The Fed pada Rabu mengumumkan akan mulai mengurangi program stimulus besar-besarannya mulai bulan depan (Januari), karena pihaknya melihat perbaikan dalam ekonomi dan pasar kerja AS yang sedang sakit. 

The Fed akan mengeluarkan 75 miliar dolar AS per bulan untuk pembelian obligasi mulai Januari, turun dari 85 miliar dolar AS per bulan yang telah dibelanjakan selama satu tahun dalam upaya untuk menurunkan suku bunga jangka panjang guna merangsang pertumbuhan dan pekerjaan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan setelah pertemuan kebijakan moneter dua hari mereka. 

Dalam prakiraan ekonomi terbaru, The Fed memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) antara 2,8 % hingga 3,2 %, sepuluh poin lebih luas daripada kisaran 2,9-3,1 % yang diproyeksikannya pada September. The Fed memproyeksikan tingkat pengangguran yang saat ini mencapai 7,0 %, akan jatuh menjadi ke kisaran 6,3-6,6 % pada akhir tahun depan, sebuah peningkatan dari estimasi sebelumnya 6,4-6,8 %. **cea