Tarawih di Tegal, Presiden Harapkan Santri Berahlak Baik

32
Santri Ponpes At Tauhidiyyah menjawab pertanyaan Presiden Jokowi, di Tegal, Jateng, Kamis (16/6) malam.

TEGAL-Presiden Joko Widodo  menegaskan pasar bebas Asia Tenggara dalam konsep Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah dibuka Januari lalu. Dengan penerapan MEA ini maka tidak ada batas atau sekat lagi antar negara. “Itu baru dengan 10 negara ASEAN belum dengan negara lain Uni Eropa, Kawasan Tiongkok dan rekan-rekannya. Inilah sebenarnya yang harus kita hadapi,” ujar Presiden Jokowi yang  didampingi Ibu Negara Iriana mengikuti salat Isya dan tarawih berjamaah di Pondok Pesantren At Tauhidiyyah Syekh Sa’id bin Armia, Giren, Talang, Kabupaten Tegal Kamis (16/6).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga mengucapkan syukur bisa salat tarawih dan silaturahmi beserta Kyai dan santri di pesantren At Tauhidiyyah. “Hadirin-hadirat yang saya hormati, agar negara makin baldatun thayyibatun, saya harapkan Pondok Pesantren At Tauhidiyyah menghasilkan santri dengan akhlak yang baik,” kata Presiden Jokowi.

Di sela-sela memberikan sambutan, Presiden Jokowi memberikan pertanyaan dan hadiah sepeda kepada para santri yang hadir dalam acara salat tarawih dan silaturahmi di Pondok Pesantren At Tauhidiyyah.

Sementara itu dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren K.H. Ahmad Saidi menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Presiden Jokowi bersama rombongan. “Tema kali ini adalah tarawih dan silaturahim makanya disingkat tarkhim,” tutur K.H Ahmad Saidi.

Sesuai dengan ajaran Islam, K.H Ahmad Saidi menuturkan jadilah pemimpin yang dicintai rakyat dan jadilah rakyat yang dicintai pemimpin. “Kita doakan agar kita semua diberikan keterbukaan hati,” ucap pengasuh ponpes At Tauhiddiyah itu.

Seusai sambutan pimpinan ponpes, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR menyerahkan bantuan kepada para pengasuh pondok pesantren.

Dalam agenda kali ini, selain Ibu Negara Iriana, Presiden Jokowi juga didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko, dan Bupati Kabupaten Tegal Ki Enthus