Tata Kelola Perusahaan Semen Indonesia Terbaik

161

JAKARTA-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu di antara  perusahaan publik dengan tata kelola (governance) terbaik berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard. Penghargaan ini diberikan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD)  di Jakarta Jumat (20/3) lalu. IICD adalah sebuah lembaga independen berskala internasional yang mendorong tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Secara rutin IICD melakukan penilaian dengan menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) untuk memilih Top 50 Perusahaan Terbuka yang mempunyai tata kelola perusahaan yang baik.

Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, mengatakan, prestasi perseroan masuk jajaran perusahaan dengan tata kelola terbaik berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard membuktikan komitmen dan bukti nyata perusahaan mematuhi pedoman tata kelola.  ”Prestasi ini membuktikan bahwa perseroan telah bertransformasi menjadi perusahaan multinasional yang memenuhi kaidah tata kelola global. Hal ini akan mendorong terwujudnya BUMN berdaya saing global sekaligus merupakan modal untuk menghadapi integrasi pasar ekonomi ASEAN pada 2015,” ujar Dwi Soetjipto.

Dalam penilaian tata kelola perusahaan oleh IICD ini, sejumlah indikator dipakai secara ketat dan berjenjang. Di antaranya adalah komitmen dan langkah sebuah perusahaan dalam memenuhi hak pemegang saham, seperti pembayaran dividen, hak berpartisipasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham, dan perlindungan terhadap pemegang saham mayoritas terhadap praktik yang tak terpuji. Indikator praktik terlarang seperti insider trading  (pemanfaatan info orang dalam) dan transaksi benturan kepentingan juga dinilai.  ”Kami akan selalu memastikan dalam setiap operasional tidak ada benturan kepentingan di antara manajemen dan pihak ketiga yang terlibat di dalam mata rantai bisnis perseroan,” ujar Dwi Soetjipto.

Penilaian tata kelola perusahaan oleh IICD ini juga meliputi aspek pemberian manfaat kepada para pemangku kepentingan, seperti keamanan produk bagi konsumen dan pemberdayaan masyarakat.

Aspek transparansi juga menjadi salah satu poin vital di mana IICD mensyaratkan adanya pola komunikasi perusahaan ke publik yang terbuka. ”Salah satu indikatornya adalah keberadaan tim investor relation yang setiap saat bisa menyediakan informasi yang diperlukan terkait Semen Indonesia. Selain itu, keberadaan website perseroan yang menampilkan semua data dan informasi juga menjadi penilaian,” kata Dwi Soetjipto.

IICD juga menilai ketersediaan laporan berkelanjutan (sustainability report) yang harus disusun terpisah di luar laporan tahunan (annual report) untuk menunjukkan kerja-kerja sebuah perusahaan dalam menjamin terciptanya keberlanjutan lingkungan sosial dan lingkungan alam.

Dwi Soetjipto juga mengatakan, prinsip tata kelola perseroan dilandasi oleh transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan (fairness). Pada 2012, perseroan menyempurnakan Board Manual, Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran dan Pedoman Teknologi Informasi Tata kelola untuk meningkatkan kualitas tata kelola.

Semen Indonesia juga telah mempunyai sistem pelaporan pelanggaran (whistle blowing policy/WBP) sebagai wadah pengaduan dari pihak internal maupun eksternal. WBP efektif dalam mendorong partisipasi publik dan karyawan perseroan untuk lebih berani bertindak mencegah terjadinya praktik curang seperti korupsi dan gratifikasi.

Dwi Soetjipto menegaskan, peningkatan kualitas tata kelola perusahaan telah terbukti berhasil memacu kinerja dan mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Muaranya adalah peningkatan nilai perusahaan (corporate value) bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. ”Terbukti bahwa semakin perusahaan bisa meningkatkan tata kelolanya, misalnya semakin  transparan maka semakin bagus kinerjanya. Sebagai contoh, sistem tender terbuka secara online yang kami terapkan akan menghasilkan pemenang yang berkualitas dengan harga bersaing, sehingga perusahaan bisa berhemat dan makin efisien. Ke depan, kualitas tata kelola perusahaan di Semen Indonesia akan terus ditingkatkan,” ujar Dwi Soetjipto.