Teknik Mesin Usakti Raih Rekor MURI Berkat Bahan Bakar Plastik

Teknik Mesin Usakti Raih Rekor MURI Berkat Bahan Bakar Plastik

42
0
BERBAGI
Rektor Universitas Trisakti, Prof Dr Thoby Mutis bersama Mahasiswa Mesin Universitas Trisakti

JAKARTA-Himpunan Mahasiswa Mesin Universitas Trisakti meraih penghargaan Musium Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi perjalanan non stop terjauh dengan kendaraan berbahan bakar solar plastik. “Kreasi mahasiswa Teknik Mesin Usakti ini menggunakan bahan bakar solar plastik dan mengeliliingi 50 kabupaten/kota di pula Jawa sangat kami apresiasi. Karena itu, Rekor ini layak mereka raih karena melakukan perjalanan non stop terjauh melintas lingkar pula Jawa menggunakan kendaraan berbahan bakar solar plastik,” ujar Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo,  MIB saat menyerahkan Piagam Penghargaan MURI di Kampus Usakti,  Jakarta, Rabu (18/5).

Turut hadir dalam acara ini, Rektor Usakti Prof Dr Thoby Mutis serta pejabat rektorat lainnya.

Rekor MURI ini diraih berkat kesuksesan Mahasiswa Teknik Mesin Usakti mengembangkan bahan bakar solar dengan memanfaatkan limbah berupa plastik polypropylene sebagai campurannya.

Ketua Tim Pelaksana Nurfadli uji bahan bakar alternatif ini dibuat untuk memberikan pengetahuan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif berbasis limbah plastik sangat dimungkinkan. “Kegiatan ini juga merupakan suatu bentuk apreasiasi dalam memperingati Dies Natalis 50 tahun Teknik Mesin Usakti,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 12 Mei 2016 lalu, Tim MURI memulai perjalanan mengelilingi pulau Jawa dengan menggunakan bahan bakar solar plastik. Setelah berhasil mengelilingi 50 kota selama 7 hari, akhirnya tim mahasiswa ini kembali ke Usakti pada 18 Mei 2016.
Dia mengaku, biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan bakar ini tidak terlalu mahal. Secara ekonomis, biaya yang dibutuhkan terjangkau. Hanya saja, untuk mendapatkan bahan baku seperti plastik tidak mudah. Apalagi, plastik-plastik yang dibutuhkan belum dipisahkan dari jenis sampah yang lainnya. “Ini salah cara mengurai persoalan sampah yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Lebih jauh dia yakin,  temuan ini  menjadi sumber energi alternatif ke depan. Namun syaratnya, pengelolaannya bagus. “Saya kira, ini bisa menjadi sumber bahan bakar alternatif. Ini energi alternatif, cuman pengelolaan sampah di Indonesia masih kurang bagus,” ujarnya.

Seandaianya, tumpukan sampah di Indonesia dikelola dengan baik maka Indonesia tidak akan kekurangan sumber energi alternatif. “Namun semua tergantung good will pengambil kebijakan,” terangnya.