Tengak Miras Oplosan 3 Nyawa Melayang

132

JEMBER-Sudah tak terhitung lagi media cetak maupun elektronik berulang kali memberitakan Miras (minuman keras) oplosan  menelan korban jiwa. Tak terhitung pula Polri turun ke lapangan melakukan sosialisasi akan dampak dan bahaya miras, namun masih saja kesadaran masyarakat belum tergugah. Masyarakat sepertinya acuh dan mengabaikan kesehatan dirinya. Sementara bahaya miras oplosan jelas berdampak buruk tidak hanya merusak kesehatan tubuh tapi bisa membawa kematian.

Fakta terbaru, 3 warga Lingkungan Kloncing, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, Jember harus meregang nyawa usai menengak miras oplosan yang diracik dengan kuku bima campur obat daftar G. Mereka adalah Ahmad Noval Yulianto, 24, Faza Ramadhani Putra,17, dan Angga Maulana deny, 17. Ketiganya sempat mendapat perawatan intensif selama 2 hari di RS dr. Soebandi Jember, namun usaha tim medis yang menangani gagal menyelamatkan nyawa mereka. Hari Sabtu (9/4) dan minggu (10/4) ketiganya akhirnya meninggal dunia secara berturut-turut.

Kabar ini pun sampai di Polsek Sumbersari yang kemudian diteruskan ke Polres Jember. Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si menyesalkan kejadian ini. Menurutnya, langkah-langkah preemtif, preventif maupun upaya penegakan hukum secara maksimal sudah dilakukan oleh Polres Jember. Razia miras secara rutin digelar setiap malam minggu. Pun demikian upaya preventif setiap saat dilakukan melalui ceramah di masjid-masjid setiap selesai sholat Jumat, pesan-pesan kamtibmas lewat  aplikasi Web2sms, himbauan-himbauan melalui media sosial, penyuluhan di sekolah-sekolah dan di kampus-kampus, bahkan lewat forum-forun pertemuan dengan orang tua siswa, toga, tomas pun selalu saja bahaya miras tak pernah luput disosialikan/disampaikan.

Ini mendaskan kesungguhan Polres Jember memberantas miras. Maka sangat miris, jika 3 warga Jember harus meninggal karena menengak miras oplosan. Menjadi pukulan bagi semua pihak untuk turut bertanggung jawab dan bersama-sama menyatakan komitmen berantas miras sehingga tidak ada lagi korban-korban lain di Jember yang berjatuhan.

Ajakan ini tersirat pesan himbauan bagi semua orang tua, toga, tomas dan semua pihak untuk memiliki tanggung jawab mengawasi serta mengarahkan sanak keluarga sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam bahaya miras oplosan.

Sementara ketiga korban sejak kemarin semuanya telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Taman Pemakaman Umum (dekat Kantor CPM) Jl. Agus Salim Sukorejo Jember. Namun sebelumnya pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Petugas Polsek Sumbersari hanya melakukan olah TKP dan mengidentifikasi serta meminta pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan otopsi yang disaksikan oleh Lurah dan perangkat RT/RW setempat.