Terkendala Infrastruktur, Turis Cina Dibatasi Ke Sulut

67

MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terpaksa membatasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terlalu membludak.
Berdasarkan catatan turis asing kini dibatasi hanya sekitar 100 ribu per bulan. “Hal Ini terkait dengan fasilitas hotel yang hanya tersedia 7.000 kamar. Kami kesulitan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Utara Ricky S Toemandoek menjadi pembicara dalam diskusi “Menggali Potensi Kelautan Indonesia” dalam acara Press Gathering wartawan Parlemen di Hotel Grand Luley, Bunaken, Sulut, Jumat (13/4/2018).

Malah saat ini, kata Ricky, kunjungan wisman asal Tiongkok melebihi ekpekstasi. “Pak Gubernur memerintahkan untuk dibatasi karena permasalahan tersebut,” ujarnya.

Diakui Ricky, turis Cina, memang sangat dominan berkunjung ke sejumlah destinasi di Sulut. Awalnya turis ini datang sendiri, namu kunjungan berikutnya membawa banyak keluarganya.
“Sebulan sekitar 120 ribu turis China masuk ke Sulut. Mereka itu sangat suka dengan pantai,” ujarnya.

Tentu ini bukan kesalahan Pemerintah Provinsi Sulut karena Pemerintah Pusat juga memiliki peran penting agar program kunjungan wisatawan asing 20 juta orang pada 2018 tercapai. “Masalah utama karena kami memiliki keterbatasan sumber daya manusia di imigrasi,” ucapnya.

Selain itu, kapasitas Bandara Sam Ratulangi pun sudah tidak memadai lagi dengan banyaknya turis asing ke Sulut.
“Apron sudah tidak dapat menampung lebih banyak pesawat. Pernah suatu waktu pesawat yang mengangkut turis terpaksa mendarat di Bandara Gorontalo karena Bandara Sam Ratulangi sudah penuh,” kata Ricky.

Kebutuhan tenaga imigrasi sangat mendesak. Karena selama ini personel imigrasi yang berjumlah 6 orang sudah tidak memadai lagi untuk melayani turis asing terutama dari China yang setiap pesawat itu mengangkut sekira 200 sampai 300 orang.
“Karena tidak terlayani semuanya hari itu, terpaksa esok harinya,” ujar Ricky.

Turis asing kini dibatasi hanya sekitar 100 ribu per bulan. Ini juga terkait dengan fasilitas hotel yang hanya tersedia 7.000 kamar. “Pak Gubernur memerintahkan untuk dibatasi karena permasalahan tersebut,” ujarnya.

Turis Cina, kata Ricky, memang sangat dominan berkunjung ke sejumlah destinasi di Sulut. Mereka awalnya datang sendiri tetapi pada kunjungan berikutnya, sambung Ricky, biasanya membawa banyak keluarganya.

“Sebulan sekira 120 ribu turis China masuk ke Sulut. Mereka itu sangat suka dengan pantai,” ujarnya.

Penerbangan Manado dengan 10 kota di Cina dilayani maskapai Garuda, Lion Air dan Sriwijaya Air.

“Selain karena penerbangan langsung dengan 10 kota tersebut jarak tempuh juga relatif dekat karena dapat ditempuh sekira 3 jam,” pungkasnya. ***