ThamrinCity Pamerkan Batik Millenial Karya Desainer Muda

8

JAKARTA-Sejumlah desainer batik dari kalangan millenial mulai bermunculan, bak jamur dimusim hujan. Bahkan para desainer muda ini unjuk kebolehan dan memamerkan produknya pada Hari Batik Nasional (HBN) di TM ThamrinCity. Salah satu kegiatan yang cukup menarik antara lain, fashion show batik trend. Karena kecintaanya terhadap batik, sehingga para desainer ini ingin memberikan yang terbaik pada setiap karya batik.”Berbagai karya dan motif-motif batik terbaik, dipamerkan dan dijual dengan harga terjangkau,” kata General Manager TM ThamrinCity, Adi Adnyana dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Lebih jauh kata Adi, TM ThamrinCity sebagai Pusat Batik Nasional (PBN) sudah menjadi ikon pasar batik. Karena produknya yang berkualitas dan motifnya lengkap dengan harga terjangkau. “Apalagi produk batik itu datang dari berbagai daerah penghasil batik di Indonesia,” terangnya sambil menambahkan HBH yang jatuh pada 2 Oktober 2018 ini mengambil thema Paras Batik Nusantara.
“Tentu ini, sebagai ungkapan rasa bangga terhadap batik. Kita tahu, batik sebagai warisan Adiluhung bangsa yang juga menjadi bagian warisan Dunia,”

Peringatan Hari Batik Nasional 2018 berlangsung 29 September sampai dengan 2 Oktober 2018. Gelaran kegiatan berada pada Lobi Utama Grand Hall Lantai Dasar TM ThamrinCity. Selama 4 hari, sejumlah rangkaian acara digelar untuk pengunjung, antara lain, lelang batik, bazaar batik, gelar Musik Etnik, Rampak Kendang, dan fashion show batik trend, hingga trade in Batik yaitu menukarkan batik lama dengan batik baru secara gratis. “Disertai penjualan batik seharga batik hanya lima ribu rupiah untuk satu potong batik. Acara akan ditutup dengan penampilan The Ikan Bakars, D’Masiv, Geisha,” tambah Adi lagi.

Puncak HBH, kata Adi, pada 2 Oktober 2018, dimana semua pihak, baik pengrajin & penikmat batik dapat mengenal dan memiliki atau menambah koleksi batik dari berbagai daerah di Nusantara.

Sementara itu, Desainer muda Cindy Sosrodiningrat yang ikut dalam HBH tersebut mengaku berbagai model, motif dan corak batik ditampilkan dengan semua ukuran. Sehingga pengunjung tinggal memilih ukuran yang pas. “Saya bangga bisa mengembangkan kreatifitas desain saya dalam hal batik dan di TM TharminCity, disinilah semua karya saya dapat dinikmati oleh banyak kalangan,” terangnya.

Lebih jauh kata Cindy yang juga pemilik Boutique Eyang Putri, TM ThamrinCity merupakan kawasan yang menarik untuk mengembangkan usaha bisnis batik. Bahkan pusat batik ini tempat yang pas untuk mengembangkan mode-mode fashion batik yang trendi. “TM ThamrinCity merupakan Trendsetter busana batik yang digemari di seluruh Nusantara,” tambahnya mengaku pernah memperdalam sekolah desainer di Italian Fashion School.

Yang jelas, sambung Cindy, momen perayaan Hari Batik Nasional ini merupakan saat yang tepat untuk memamerkan semua produk batik nusantara. “Saya ingin memberikan hasil yang terbaik dan terbaru,” ungkapnya.

Cindy yang sudah berbisnis batik selama 8 tahun, menjelaskan trend penjualan batik dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan dukungan pemerintah melalui regulasi dan promosi yang makin gencar.“Trend penjualan batik Sogan kami yang berciri warna alam khas dari Solo semakin meningkat dari tahun ke tahun dan apalagi didukung oleh pemerintah yang sekarang mewajibkan memakai batik,” paparnya

Di Kota Solo, kerajinan batik yang digelutinya mempekerjakan para pengrajin yang berada di sekitar kota Solo. “Tenaga pengrajin dari beberapa kecamatan dan kami memberikan kerjasama yang sudah terjalin bertahun-tahun, “ katanya.

Dengan usahanya yang makin berkembang, kini Cindy mempunyai puluhan toko Batik di TM ThamrinCity yang secara khusus melayani pelanggan batik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri. “ Pelanggan dari Malaysia dan Singapura sering datang berbelanja batik di toko kami,” ungkap Cindy.

Cindy berharap ke depan, pemerintah makin menggiatkan promosi batik hingga ke luar negeri karena batik semakin dikenal sebagai fashion yang tidak kalah dengan produk fashion lain. “ Kita harus semakin menduniakan batik Indonesia agar bisnis batik makin bergairah dan membantu perkembangan ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Tak beda jauh dengan Cindy, pengusaha muda, Anna Setyaningsih juga menggeluti bisnis batik dengan tekun. Malah, Pemilik gerai Batik Betawi telah menggeluti dunia usaha batik sejak 2011. Kreasi Batik Betawi yang menonjolkan warna-warna terang menjadi tantangan tersendiri. “Warna-warna terang yang dominan dalam Batik Betawi merupakan ciri orang Betawi yang berani,” ujar Anna.

Di tokonya, Anna menjual baju batik dengan motif ondel-ondel, Monas , Tugu Selamat Datang , Patung Pancoran serta Flora dan Fauna Jakarta. “Harga bervariasi mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 750 ribu untuk baju batik dan kain batik yang dijual per lembar,” katanya.

Peminat Batik motif Betawi semakin beragam mulai dari Ibu-Ibu hingga hingga anak remaja. “Motif Betawi juga dipesan untuk seragam kantor pemerintah daerah dan swasta di Jakarta,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Anna mengaku sudah memperoleh omset sebesar Rp 25 juta sebulan dan berharap TM ThamrinCity terus membantu promosi Batik Betawi untuk bisa eksis di Jakarta. “Batik Betawi harus jadi tuan rumah di Jakarta,”tukasnya. ***