Tiang LRT Palembang Diduga Impor Dari Malaysia

86

JAKARTA-Progress proyek pembangunan Light Rain Transit (LRT) di Palembang Sumatera Selatan cukup signifikan. Bahkan proyek infrastruktur tersebut ditargetkan selesai pada tahun depan. “Maret 2018 selesai 100%,” kata Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Muhammad Choliq
saat dihubungi TeropongSenayan via aplikasi chating Whatsapp, Selasa (14/11/2017).

Saat ditanya sudah berapa persen progres pembangunan proyek LRT tersebut,
“70%,” jawab dia singkat.

Namun saat ditanya adanya isu import tiang pancang dari Malaysia dalam proyek pembangunan LRT di Palembang, Choliq belum menjawabnya hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya, salah satu sumber yang enggan disebut namanya mengungkapkan, proyek LRT di Palembang yang digarap Waskita Karya menggunakan tiang pancang sebagai salah satu komponen proyek LRT nya di import dari Malaysia. “Kalau yang dimaksud adalah kasus impor tiang pancang Palembang, yang dilakukan Waskita Karya,” ujarnya.

Ada kemungkinan, lanjut sumber tersebut, itu disebabkan oleh kekurangan tiang pancang produksi dalam negeri permintaan lokal sangat tinggi. Sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar, akibat pembangunan infrastruktur dimana-mana. “Sehingga terpaksa impor,” bebernya.

Untuk diketahui, perusahan plat merah bernama PT Waskita Karya. Tbk saat ini menjadi perusahaan BUMN konstruksi yang dipercaya menggaraf proyek LRT di Palembang Sumsel.

Groundbreaking Proyek LRT tersebut dimulai pada 21 Oktober 2015 dengan panjang lintasan 23,40 KM. Adapun nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp10,9 Triliun.