Tiga Bendungan Akan Rampung Lebih Cepat

85
Bendungan  Raknamo di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan  tiga bendungan baru yang menjadi bagian dari rencana pembangunan 49 bendungan selama lima tahun sampai 2019 akan rampung lebih cepat. Bendungan tersebut adalah Bendungan  Raknamo di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Bendungan Tanju dan Mila yang berlokasi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Yang nanti 2017 dan 2018 sudah ada yang diresmikan itu Raknamo di NTT dengan Tanju dan Mila di NTB, bendungan baru semua,” ujar Basuki di Jakaarta, Jumat (22/7).

Menurutnya,  dua bendungan tersebut bisa selesai lebih cepat karena tidak ada hambatan dalam pembebasan lahan dan kondisi geologi yang tidak sulit untuk dikerjakan.

Diketahui bahwa ketiga bendungan tersebut dibangun pada Juni dan Juli 2015, dan sebelumnya, ditargetkan selesai pembangunannya di 2019. “Raknamo rencananya 2019 karena progresnya sangat bagus maka ditargetkan selesai Desember 2017, sementara Tanju dan Mila nanti kita majukan 2018 selesainya,” ujar Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso.

Imam mengatakan bahwa saat ini progress pembangunan Bendungan Raknamo sudah mencapai 51 persen dari target 19 persen, sementara bendungan Tanju dan Mila sudah mencapai 19 persen dari target 16 persen.

Diketahui bahwa di 2016 akan dimulai pembangunan delapan bendungan yaitu bendungan Rukoh (Aceh), Ciawi (Jawa Barat), Sukamahi (Jawa Barat), Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Sukoharjo (Lampung), Cipanas (Jawa Barat), Leuwikeris (Jawa Barat), Ladongi (Sulawesi Tenggara).

Menteri Basuki mengatakan saat ini beberapa proyek bendungan tersebut siap dikerjakan segera setelah proses lelang selesai. “Untuk tahun 2016 yang segera tanda tangan kontrak baru itu Kuwil dan Leuwikeris, mudah-mudahan awal Agustus ini tendernya dibuka. Terus sekarang ini sedang diproses juga, Sukoharjo di Lampung,” katanya.

Sementara untuk  bendungan Ciawi dan Sukamahi, Menteri Basuki menyatakan sudah melakukan penetapan lokasi dan sudah masuk tahap lelang.