Tiket.com Siapkan Startegi Genjot Wisatawan

15

JAKARTA-Guna menggenjot jumlah wisatawan ke Indonesi, pemerintah tak bisa berjalan sendirian. Karena itu perlu menggandeng starup wisata dan hiburan. Salah satu starup yang digandeng adalah Tiket.com, Biro perjalanan wisata online terbesar di Indonesia. Bahkan Tiket.com berkomitmen untuk mendukung program pemerintah. “Semua promo akan kami luncurkan secara cepat, kami sudah siap,” kata Chief Marketing Officer (CMO) Tiket.com Gaery Undarsa di Jakarta, Senin, (4/3/2019).

Bahkan Tiket.com siap mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisman ke Tanah Air tahun ini. “Kita akan mengadaptasi program pemerintah dalam kerja sama tersebut,” jelasnya.

Program yang menjadi andalan Tiket.com adalah mendorong low cost terminal untuk penerbangan biaya murah, peningkatan wisata perbatasan terutama di Kepulauan Riau, serta paket wisata untuk 15 destinasi nasional. “Nantinya, konsumen bakal mendapatkan kode promo untuk potongan harga,” katanya.

Gaery menjelaskan, 15 destinasi dimaksud yakni destinasi yang sedang menjadi prioritas pengembangan pemerintah meliputi Bandung, Bali, Jakarta, Kepulauan Riau, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Wisata Bahari (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, Banyuwangi, Danau Toba, Manado, Palembang, Labuan Bajo, dan Padang.

Program Tiket.com, kata Gaery, bertujuan untuk menarik kunjungan wisman serta wisatawan nusantara (wisnus) terutama ke destinasi yang sudah disepakati tersebut. “Kami akan spesialisasi semua yang berhubungan dengan Wonderful Indonesia, dari tiket pesawat, hotel, sampai penggunaan terminal biaya rendah, dan akomodasinya. Detailnya bakal ada di aplikasi,” ujar Gaery.

Kesepakatan itupun dikonkretkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kemenpar dengan Chief Marketing Officer (CMO) Tiket.com Gaery Undarsa yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya di Menara BCA, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Arief Yahya secara khusus menyambut baik upaya Tiket.com bersinergi menyukseskan program pemerintah. “Apalagi pemerintah juga wajib mendukung start up yang kepemilikannya masih dikuasai anak negeri,” kata Arief Yahya.

Menurut Menpar, pelaku usaha dan pemerintah harus bekerja sama untuk membangun industri, terutama pariwisata terlebih, start-up digital seperti Tiket.com merupakan pilihan generasi milenial.

Pihaknya sendiri saat ini sedang fokus menggarap pasar milenial mengingat berdasarkan survei, pengguna sistem online terbesar adalah kaum milenial termasuk untuk wisata.
Ia berharap kerja sama tersebut mampu mendorong pencapaian target kunjungan wisman tahun ini.