Tinggal 10% Wilayah Jatim Belum Nikmati Listrik

Tinggal 10% Wilayah Jatim Belum Nikmati Listrik

28
0
BERBAGI
Ilustrasi

SURABAYA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkapkan rasio elektrifikasi atau jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan total penduduk di Jatim saat ini sudah mencapai 90%. Artinya mayoritas masyarakat Jatim sudah merasakan aliran listrik. “Tinggal 10%, ini terbesar di Bondowoso dan Sumenep. Di Bondowoso saat ini elektrifikasi baru 65%, atau 35% belum teraliri listrik,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam siaran persnya di Surabaya, Jumat (16/6/2017).

Dikatakan Gus Ipul-sapaan akrabnya untuk meningkatkan ketersediaan listrik bukanlah tanpa masalah karena selama ini biaya produksi 1 kwh listrik menggunakan PLTD rata-rata sebesar Rp3.000,00 per kWh, sedangkan jika PLTD kombinasi dengan tenaga surya biayanya relatif lebih rendah sebesar Rp2.200,00 per kWh. “Padahal, dijual kepada masyarakat rata-rata dengan tarif subsidi sebesar Rp600,00/kWh. Jadi, subsidi yang harus ditanggung oleh Pemerintah melalui PLN memang cukup tinggi,” tambahnya.

Namun begitu, Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
mematok pada 2019 wilayah Jawa Timur akan teraliri listrik 100%. Sehingga seluruh daerah bisa merasakannya.
“Targetnya 2019 wilayah daratan se-Jatim, termasuk kepulauan, sudah teraliri listrik selama 24 jam,” ucapnya.

Target tersebut diharapkan tercapai setelah ada pertemuan, beberapa waktu lalu, antara Pemprov Jatim dan PT PLN.

Dalam kegiatan tersebut, PT PLN Distribusi Jatim menyatakan pihaknya berusaha memberikan pelayanan agar 100% wilayah di Jatim teraliri listrik.”Saya apresiasi PLN yang punya target elektrifikasi maupun menerangi seluruh desa di Jatim,” tutur dia lagi.

Dari data yang disampaikan PLN, kata dia, saat ini di Jatim masih terdapat 27 desa yang belum teraliri listrik. Sebanyak 25 desa di antaranya berada di Kabupaten Sumenep dan dua desa lainnya berada di Kabupaten Bondowoso.

Namun, untuk dua desa di Bondowoso pada tanggal 20 Juni akan diresmikan setelah selesainya pembangunan jaringan tenaga listrik sepanjang 16 km yang melewati kawasan hutan sehingga seluruh desa di daratan sudah 100% teraliri listrik.

Untuk 25 desa di kepulauan yang mayoritas masih belum teraliri listrik sehari semalam, ditargetkan akan teraliri 100% pada tahun 2019.”Untuk memenuhi target 100% desa teraliri listrik, langkah yang akan diambil adalah meningkatkan ketersediaan listrik di kepulauan yang saat ini beberapa masih dengan pola operasi 12 jam akan ditingkatkan menjadi 24 jam,” katanya.