Tingkat Kepuasan Masyarakat Jakarta Terhadap Ahok Mencapai 68,7%

83
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA-Tingkat kepuasan publik Jakarta terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih tinggi.  Hasil survey Lembaga Survei Poltracking mencatat tingkat kepuasan sebesar 68,72%. Salah satu kepuasan publik paling tinggi adalah terletak implementasi program Kartu Jakarta Sehat (KJS). “Sementara itu, hanya 52,05% publik yang mengatakan puas dengan kinerja Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam diskusi dengan tema ‘Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017’ di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9).

Poltracking Indonesia  melakukan pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) pada tanggal  6 – 9 September 2016.  Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal  berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/POLRI.

Sementara itu, jumlah sampel dalam survei ini adalah 400 responden dengan margin of error +/- 4,95% pada tingkat kepercayaan 95%.

Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka  menggunakan  kuesioner  oleh  pewawancara  yang  telah  dilatih.  Setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa atau kelurahan.   Wawancara   dikontrol   secara   sistematis   oleh   peneliti/supervisor   pusat   dan koordinator wilayah dengan melakukan cek ulang di lapangan (spot check) sekitar 20-30% dari total data masuk, untuk menjamin akurasi data yang diperlukan. Dalam proses penjaminan metodologi dan akurasi data tidak ditemukan kesalahan berarti.

Validasi data dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang  diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir.   Survei ini sepenuhnya dibiayai oleh dana internal PT. Poltracking Indonesia.

Meski tingkat kepuasan masih tinggi, publik menilai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini belum mampu membuat harga kebutuhan pokok jadi terjangkau serta tidak berhasil mengatasi kemacetan, mengatasi kemiskinan, dan menyediakan lapangan kerja. Di sisi lain, publik juga kurang puas dengan implementasi program Kartu Jakarta Sejahtera (KJS) mengingat presentase angkanya di bawah 50%. “Mengendalikan Harga Kebutuhan Pokok dan Menciptakan Lapangan Kerja merupakan program yang harus diutamakan oleh Gubernur lima tahun ke depan untuk membenahi DKI Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, tingkat kesukaan masyarakat kepada Ahok juga  masih tinggi.  Di antara 20 kandidat, nama Ahok (64%), Tri Rismaharini (64%), Yusuf Mansur (63%)  & Anies Baswedan (53%) paling disukai oleh public.  “Tingkat kesukaan publik, tertinggi adalah Risma 64 persen sama Basuki 64 persen,” katanya.

Sementara itu, pengetahuan masyarakat mengenai adanya pilkada langsung , mayoritas publik 86.92% mengetahui akan ada pemilihan langsung Gubernur= Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Februari 2017 mendatang.  Bahkan sebanyak 86.92% warga DKI Jakarta berencana akan menggunakan hak pilih dengan mencoblos pada pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta nanti