Tingkatkan Perdagangan dan Investasi Indonesia

34

JAKARTA-Kementerian Perdagangan RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil mengumpulkan sekitar 600 orang dari kalangan dunia usaha, eksportir, investor, akademisi,dan organisasi pendukung bisnis (asosiasi) untuk berdialog mengenai upaya peningkatan volume perdagangan dan investasi Indonesia. Dialog tersebut dikemas dalam Trade and Investment Forum yang diselenggarakan selama dua hari, 17-18 Oktober 2013, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Adapun acara utama dalam forum ini adalah Trade and Investment Seminar yang bertemaTrade to Invest in Remarkable Indonesia: Enhancing Export and Domestic Market through Investment.

Pemerintah berharap kolaborasi perdagangan dan investasi ini dapat menghasilkan kemajuan pembangunan ekonomi yang signifikan karena keduanya saling terkait dan mendukung peningkatan satu sama lain.

Pada hari pertama seminar (17/10), Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, Kepala BKPM Mahendra Siregar,Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional AgusTjahajana Wirakusumah, Ketua KADIN Suryo Bambang Sulisto, dan Ketua APINDO Sofjan Wanandi,berkesempatan menjelaskan kepada para pelaku bisnis dan investor terkemuka mengenai peluang dan tantangan dalam melakukan perdagangan dan investasi di Indonesiadan dunia internasional.”Tidak hanya informasi, kami juga membantu mencarikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi dunia usaha,”jelas Mendag.

Di akhir acara seminar, Kemendag dan BKPM juga menyelenggarakan kegiatan one-on-one meeting bagi para investor yang hadir. “Tujuannya agar para investor dapat memahami lebih jauh potensi investasi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah,”kata Kepala BKPM.

Pada kesempatan ini dihadirkan juga perangkat daerah dari 33 Provinsi dibidang Penanaman Modal (PDPPM) seluruh Indonesia yang akan melakukan one -on-one business meeting dengan para calon investor. Selain itu,PDPPM seluruh Indonesia juga ikut dalam pameran Trade Expo Indonesia(TEI) 2013 yang menampilkan potensi investasi seluruh Provinsi di Indonesia. Kegiatan lain yang termasuk dalam rangkaian acara Trade and Investment Seminar adalah Regional Discussion.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai produk-produk potensial dan akses pasar luar negeri. Sebagai pembicara adalah Duta Besar Republik Indonesia di luar negeri, Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Centre(ITPC), serta Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Adapun materi yang akan disampaikan antara lain mengenai tantangan dan peluang dalam menerobos pasar luar negeri untuk sektor tertentu, persyaratan perdagangan untuk sektor tertentu, serta kebijakan pemerintah asing terkait perdagangan yang dijelaskan dalam gambaran umum.

Target peserta Regional Discussion ini adalah sekitar 60 peserta yang terdiri dari para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan calon eksportir. “Kami akan membagi mereka ke dalam tujuh kelas yang didasarkan pada wilayah tujuan ekspor, yaitu kawasan ASEAN, Australia-New Zealand (ANZ), Asia non-ASEAN, Timur Tengah, Eropa bagian Timur, Eropa bagian Barat, Amerika dan Afrika,” urai Mendag.

Selanjutnya, Kemendag dan BKPM juga memfasilitasi para peserta UKM dan calon eksportir yang ingin memahami lebih detail peluang dan tantangan dalam mengeskpor produk ke negara tujuan ekspor tertentu melalui Business Counselling. Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 18 Oktober ini, para peserta dapat berdiskusi langsung secara individual dengan para Atase Perdagangan dan ITPC.

Kelas konsultasi dibagi menjadi empat wilayah, yaitu wilayah ASEAN dan Asia non-ASEAN; Australia, Timur Tengah dan Afrika; Eropa; dan Amerika. “Selain informasi dan solusi, kami berharap melalui forum seminar dan konseling ini, para pelaku usaha di Indonesia dapat langsung menjalin networkingdengan calon mitra dagang,”tandas Mendag.