Tokopedia Hadir Memperkecil Ketimpangan Ekonomi

85

BANDUNG-Starup belanja Tokopedia kini menjadi unicorn, namun tak banyak yang tahu bagaimana awal mula membangun starup tersebut. Padahal situs bisnis jual beli itu lahir dari ketimpangan harga beli suatu produk antara masyarakat di pusat kota dan di daerah. “10 tahun lalu terbersit ide bangun tokopedia karena ada ketimpangan. Orang di kota kecil harus bayar harga yang lebih mahal dari kota besar,” kata Pendiri tokopedia, William Tanuwijaya saat menyampaikan materi dalam acara Enterpreneur Wanted di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Senin (18/12/2017).

Berdasarkan pengalaman yang rasakannya, kata William, perlu ada media yang menjembatani kebutuhan-kebutuhan masyarakat dengan harga yang sama dan dapat diakses dari manapun dan kapanpun.

Ia kemudian terbersit ide menciptakan pijakan yang dapat mempertemukan antara penjual dan pembeli melalui internet.

Namun dalam merealisasikan ide tersebut bukanlah hal yang mudah. Selain terhalang modal, juga sulitnya membangun kepercayaan dari masyarakat khususnya pemodal untuk memulai bisnis tersebut. “Dua tahun saya bertahan di idealisme saya membangun tokopedia sebagai platform tapi orang tidak percaya pada saya,” kata dia.

Ia juga mengatakan sempat mendapatkan angin segar dari pengusaha global yang ingin menjajakan kerja sama membangun platform Tokopedia ke arah yang lebih besar. Namun lagi-lagi, bisnis yang dirintisnya mengalami jalan buntu. “Bahasa Inggris saya pas-pasan, pemodal itu bilang: Wiliam kamu buang-buang waktu saya. Tak lama, beruntung saya ketemu investor Jepang dan Korea yang bahasa Inggrisnya juga pas-pasan. Jadi dengan sedikit empati dan telepati kami bisa membangun bisnis,” katanya.

Setelah 10 tahun berjalan, kata dia, kini Tokopedia mampu melahirkan 2,6 juta wirausahawan muda yang menjual produknya melalui platform tersebut. Selain itu, 35 juta produk terjual kepada 40 juta pembeli setiap bulannya.
“Enterpreneur muda di Tokopedia juga ada yang berhasil ada yang tidak. Saya belajar dari yang berhasil, 100 persen punya kegigihan untuk bangkit ketika mereka gagal,” pungkasnya. ***