Tol Kertosono-Wilangan Fungsional 9 Juni 2018

42

NGANJUK-Jalan tol fungsional Kertosono-Wilangan akan dibuka mulai 9 Juni sebagai jalur alternatif guna mengurangi kemacetan lalu lintas kendaraan di jalan raya selama masa mudik Lebaran.

“Kalau sudah dibuka tentu mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meninjau tol Kertosono-Wilangan, Rabu, (6/6/2018).

Saat ini pengerjaan jalan tol sepanjang 38 kilometer tersebut belum 100 persen selesai. Pengerjaan Jembatan Besuk di atas Sungai Avur Besuk di antara Desa Bandar Kedungmulyo dan Gondang Manis di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Pekerjaan itu dijadwalkan selesai 8 Juni.

“Jumat dijadwalkan selesai dan bisa digunakan. Tapi jika belum karena ada sesuatu hal yang tak bisa dihindari, maka sudah ada jembatan darurat yang bisa digunakan,” kata Gubernur, yang biasa disapa Pakde Karwo.

Kepala Satuan Kerja Tol Solo-Kertosono Agung Sutarjo menjelaskan jalur tol fungsional Kertosono-Wilangan hanya akan digunakan untuk satu arah dari Surabaya sampai dua hari setelah Lebaran.

“Pada arus mudik, yang diberlakukan satu arah adalah dari timur ke barat keluarnya di Caruban. Kemudian, usai H+2 bergantian jalur dari barat ke timur yang diberlakukan,” katanya.

Ia mengatakan jalan tol itu belum bisa digunakan 24 jam, hanya dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB karena penerangan serta rambu-rambu lalu lintas belum memadai.

Setelah masa arus mudik dan balik Lebaran selesai, pekerjaan pembangunan jalan tol akan dilanjutkan sampai kondisinya ditargetkan siap menjadi jalan operasional mulai Desember.

“Untuk progres dari total Jalan tol Kertosono-Wilangan telah mencapai sekitar 73 persen. Target pada kontrak selesai pada tahun 2019, tetapi kami akan menyelesaikan pada Desember 2018,” katanya.

Sebelumnya, Tim gabungan dari berbagai instansi memeriksa uji layak fungsi jalan tol Solo-Kertosono di pintu gerbang tol Colomadu, Kabupaten Karanganyar, hingga Sragen, Kamis.

Tim gabungan ini mengecek fasilitas gerbang tol, fungsi alat pembayaran masuk, over pas, jembatan di jalur mulia dari gerbang masuk Colomadu Karanganyar hingga Sragen.

Manager Tehnik PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) Aryo Gunanto mengatakan tim dibagi tiga kelompok dan timnya memeriksa di setiap gerbang tol, sedangkan tim lain mengecek jembatan, jalur tol, over pas mulai jalur Karanganyar-Solo hingga Sragen yang berjarak sekitar 35 kilometer.

Aryo mengatakan timnya mengecek gerbang Tol Solo-Sragen ada empat pintu gerbang pembayaran di Gerbang Tol Colomadu Karanganyar, Gerbang Ngemplak Solo, Kebakkramat Karanganyar, dan Pungkruk Sragen.

Di sana mereka mencoba alat mesin pembayaan elektronik sudah berfungsi atau belum. “Pembayaarn tol sekarang semua memakai kartu, tidak dengan uang kas lagi,” katanya Aryo.

Tim ini terdiri dari petugas Bina Marga pusat, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Petugas Perhubungan Darat Pusat, dan Korlantas Mabes Polri.

“Kegiatan uji layak fungsi dilakukan selama dua hari yakni Kamis ini hingga Jumat (4/5),” katanya.

Tol ini akan dioperasikan sekitar pertengahan Mei ini atau sebelum Lebaran, namun masih menunggu laporan hasil uji layak fungsi hingga Jumat esok.

Menyinggung soal tari, Aryo mengungkapkan dia belum membahsanya karena yang menentukan pemerintah, dan nanti kalau sudah beroperasi akan dicantumkan dalam papan pengumuman di setiap gerbang tol.

Di jalan tol ini, dari Solo hingga Sragen, ada sebuah rest area di kawasan Kematan Masaran Sragen, tipe A, yang masih dalam pengerjaan. ***