Tol Pekdum Didesain Perhatikan Korservasi Hayati

16

JAKARTA-Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada ruas Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 Km akan dilengkapi dengan 5 terowongan yang khusus diperuntukan bagi perlintasan gajah di kawasan tersebut. Hal ini bertujuan untuk konservasi habitat gajah.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan trase Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum) pada Seksi IV dan V melewati kawasan habitat gajah Balai Raja di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak yang diperkirakan terdapat kurang lebih 25 ekor gajah.“Untuk mendukung kelestarian keanekaragaman hayati Sumatera, akan dibangun lima terowongan sebagai perlintasan gajah sehingga keberadaan jalan tol seminim mungkin tidak mengganggu habitat gajah,” ujar Danang.

Dalam penentuan lokasi dan desain terowongan, PT. Hutama Karya selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang konservasi hewan.

Menurut Danang, manfaat keberadaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai diharapkan dapat meningkatkan akses antara Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi Riau dan Dumai sebagai kota pelabuhan untuk distribusi industri perminyakan dan agribisnis.

Selain itu, jalan tol ini juga akan mengintegrasikan konektivitas antar daerah dan memperlancar arus distribusi barang dari pusat industri ke berbagai wilayah di Sumatera.“Adanya tol ini akan memangkas waktu tempuh dari 5 jam menjadi kurang lebih 2 jam,” tutur Danang.

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai terbagi menjadi enam seksi dengan nilai investasi sebesar Rp 16,2 triliun. Progresnya secara keseluruhan saat ini sudah mencapai 37% dengan target 33 Km akan ramoung pada akhir tahun 2019 dan 98 Km tahun 2020. (*)