Topang Produksi Pangan, Pemerintah Bangun Jaringan Irigasi di Garut

11

GARUT-Pemerintah membangun Bendung Copong untuk menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk sehingga bisa dialirkan ke saluran irigasi hingga musim kemarau. Langkah ini guna mendukung produksi pangan di Garut.

Selain itu, juga pembangunan jaringan irigasi primer sepanjang 13 kilometer (km) dan merehabilitasi 3 km jaringan irigasi primer yang ada.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendung dan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Leuwigoong ini akan mengairi areal sawah di 11 kecamatan di Garut seluas 5.313 hektare (ha).

“Dengan adanya jaringan irigasi yang andal dapat meningkatkan indeks pertanaman petani Garut dari 176% sekarang, menjadi 250%. Artinya bisa tanam padi 2 kali dan 1 kali palawija,” jelasnya.

Pasca banjir bandang yang terjadi di Kota dan Kabupaten Garut pada 2016 lalu, Kementerian PUPR telah melakukan normalisasi Sungai Cimanuk dan anak Sungai Cimanuk sepanjang 5 km.

Kementerian PUPR juga mendirikan tugu peringatan banjir bandang Sungai Cimanuk untuk mengenang dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga daerah aliran sungai.

“Dengan begitu pemukiman yang berada di sekitar daerah aliran Sungai Cimanuk lebih aman dari ancaman banjir bandang,” pungkasnya.