Total Dana Kelolaan MAMI Capai Rp 65,7 Triliun

73

JAKARTA-Aset yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dalam 24 produk reksa dana meningkat signifikan sebesar 62% dalam waktu satu tahun, dari semula Rp 15,9 triliun menjadi Rp 25,7 triliun.  Pencapaian ini, jauh melampaui angka pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia yang sebesar 35%.

Sehingga, total dana kelolaan MAMI mencapai Rp 65,7 triliun pada akhir tahun 2017, atau meningkat 28% dalam waktu setahun.

“Dana milik lebih dari 197 ribu investor Indonesia tersebut dikelola dalam 24 produk reksa dana dan 46 mandat investasi,” ujar Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/3).

Menurutnya, pertumbuhan ini tidak terlepas dari solusi inovatif yang ditawarkan kepada para investor dan calon investor.

“Memahami kekhawatiran masyarakat investor akan volatilitas pasar dan keinginan untuk mengoptimalkan imbal hasil investasi, MAMI menawarkan reksa dana Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II) yang memiliki tingkat risiko lebih rendah,” terangnya.

Selain itu, tahun lalu, MAMI juga fokus menawarkan reksa dana syariah.

Pada 12 Mei 2017, MAMI meluncurkan reksa dana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi dengan dana minimal Rp 10 ribu.

“Selain dirancang untuk investor umum, MSSI juga dapat menjadi produk investasi  pilihan bagi para investor pemula,” ulasnya.

MSSI diluncurkan untuk melengkapi dua reksa dana syariah sebelumnya, Manulife Syariah Sektoral Amanah (MSSA) yang diluncurkan pada tahun 2009 dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) yang diluncurkan pada Februari 2016. Director & Chief of Legal, Risk and Compliance Officer MAMI yang juga merangkap sebagai Ketua Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS) MAMI, Justitia Tripurwasani, mengatakan, pada bulan Mei 2017, MAMI telah membentuk UPIS.

Bersama Dewan Pengawas Syariah (DPS), MAMI selalu meningkatkan tata kelola investasi syariah yang telah sejalan dengan prinsip-prinsip syariah sekaligus peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait.

“Selain itu, MAMI juga membuat modul edukasi finansial “3i-amanah” (insyaf, irit, invest) dengan memasukkan topik tentang peraturan, prinsip, dan konsep pengelolaan investasi secara syariah,” tuturnya.

Lebih lanjut Legowo menjelaskan solusi inovatif yang ditawarkan MAMI disambut baik oleh para investor.  Terbukti, dana kelolaan MPB II tumbuh sebesar 580% dalam waktu 1 tahun, dari semula hanya Rp 465,7 miliar menjadi Rp 3,2 triliun pada akhir tahun 2017.

Sementara reksa dana MSSI yang belum genap satu tahun diluncurkan telah memiliki dana kelolaan sebesar Rp 609,7 miliar hingga akhir Desember 2017 lalu.

Selain itu, dana kelolaan reksa dana MANSYAF pun tumbuh secara fenomenal, sebesar 2.255%, dari semula USD 13,8 juta menjadi USD 324,28 juta di akhir tahun 2017.

“Dalam menawarkan solusi investasi yang inovatif, MAMI mengandalkan tiga jalur distribusinya yang kuat:  institutional sales team, partnership distribution, dan wealth specialist and digital.  Setiap jalur pemasaran memiliki kontribusi yang penting bagi pertumbuhan MAMI,” ulasnya.

Diperkirakan, sekitar 84% dari total AUM MAMI berasal dari investor institusi.  Sementara sisanya adalah milik investor individu yang berinvestasi melalui 21 mitra distribusi MAMI dan tim wealth specialist and digital MAMI.

“Kami juga menawarkan reksa dana melalui klikMAMI.com, yang pada tahun 2017 lalu berhasil memberikan kemudahan akses bagi lebih dari 3.500 orang untuk menjadi investor baru di reksa dana,“ jelasnya

Selain fokus pada pengembangan bisnis, MAMI juga melakukan beragam kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian perusahaan dan karyawannya terhadap masyarakat.

“Beragam aktivitas sosial dilakukan di tahun 2017, antara lain memberikan literasi keuangan bagi ibu-ibu PKK untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, lomba menulis artikel reksa dana bagi mahasiswa IPB, ITB, dan Universitas Brawijaya, membangun jembatan di Jawa Tengah, berbagi berkah Ramadhan bersama warga di Semarang, serta berbagi kebahagiaan Natal bersama anak-anak yang kurang beruntung dan para jompo di Jakarta Utara,” urainya