TPDI: Rizieq Shihab Bernyali Kerdil

523
Imam Besar FPI, Rizieq Shihab

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus menilai pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab sebagai sosok yang bernyali kerdil lantaran kabur ke luar negeri di saat menjalani proses hukum atas kasus dugaan penyebaran konten pornografinya. “Kalau benar dia (Rizieq Shihab_red) melarikan diri, itu menunjukkan dia orang yang tak bertanggung jawab dan tak gentle dan terkesan lari dari masalah. Sebagai seorang ulama besar, ternyata nyalinya kecil,” kata Petrus di Jakarta, Sabtu (29/4).

 

Seperti diketahui, penyidik Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut percakapan mesum yang beredar di dunia maya yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein. Kasus ini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan sejak 31 Januari 2017. Selasa lalu Penyidik memanggil Rizieq untuk diperiksa sebagai saksi.  Namun Rizieq tidak memenuhi panggilan.

 

Belakangan Rizieq kabur ke luar negeri  untuk menghindari pemeriksaan itu. Akan tetapi, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, membantah isu itu. Kliennya menunaikan ibadahi umrah ke Mekah dan kepergiannya sudah direncanakan sejak lama. “Memang umrah menjelang Ramadan, lawyernya pun enggak dikasih tahu, enggak mau rame aja,” kata Sugito.

 

Menurut Petrus, sikap Rizieq tak layak ditiru. Seharusnya, Imam Besar FPI itu memberikan contoh ke masyarakat untuk taat hukum. “Apalagi dia seorang habib, seharusnya mencontohkan bagaimana seseorang bersikap agar tak lari dari masalahh,” ujar Petrus.

 

Petrus berharap agar aparat penegak hukum bertindak tegas. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesan aparat hukum memberi keistimewaan terhadap Rizieq Shihab. Apalagi, prinsip hukum itu sebenarnya equality before the law (semua sama dimuka hukum). “Jangan beri perlakuan khusus kepada Rizieq. Dia bukan siapa-siapa. Dia warga negara biasa dan bukan orang yang patut diistimewakan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Petrus menegaskan, wibawa penegak hukum akan tercoreng seandainya aparat hukum tidak serius menuntasakan kasus chat mesum ini. “Saya kira, kasus Rizieq ini ujian keseriusan aparat penegak hukum kita,” pungkasnya.