Tumbuh 16,22 %, Realisasi Ekspor Indonesia 2017 Tembus USD 168,7 Miliar

32

YOGYAKARTA-Realisasi ekspor produksi dalam negeri sepanjang tahun 2017 telah mencapai 168,7 miliar dollar AS atau meningkat 16,22 persen dibanding realisasi yang dicapai sepanjang 2016, yaitu sebesar 145,1 miliar dollar AS.

“Untuk kawasan ASEAN, angka pertumbuhan ekspor Indonesia itu nomor dua setelah Vietnam,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Supri pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas), di Hotel Santika Premiere, Yogyakarta, Kamis (5/4).

Acara forum tematik Bakohumas kali ini turut dihadiri diantaranya Sekjen Kemendag Karyanto Supri, Asdep Humas dan Protokol Setkab Al Furkon Setiawan, Kepala Biro Humas Kemendag Marolop Nainggolan, Direktur Kemitraan Komunikasi Kemkominfo Dedet Surya Nandika, Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati serta perwakilan pejabat/pegawai humas kementerian/lembaga serta Polri.

Menurut Karyanto, ada 3 penilaian untuk ekspor yakni size, spread, dan sustainable. Dari ketiga aspek tersebut, sustainable menjadi poin terkuat dalam ekspor Indonesia. Namun demikian, Kemendag terus memperbaiki aspek size dan spread dengan pembelajaran dari negara lain.

Ia menyebutkan, untuk tahun 2018 ini, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 11 persen, yang didukung oleh 59,2 juta jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di tanah air.

Belum Sesuai Pasar

Sementara itu Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Pradnyawati, menambahkan bahwa ekspor Indonesia belum sesuai dengan struktur permintaan pasar dunia, yakni 81% produk manufaktur dan 19% produk primer.

Vietnam, lanjut Pradnyawati, memiliki keunggulan karena berbasis produk high skill dan technology intensity. “Produk manufaktur seperti kedirgantaraan, robotik, high skill yang dibutuhkan dunia pada posisi pertama,” tutur Pradnyawati seraya menyampaikan bahwa produk Indonesia kebanyakan pada posisi low skill.