Uang Beredar Maret 2016 Mencapai Rp4.561,1 Triliun

Uang Beredar Maret 2016 Mencapai Rp4.561,1 Triliun

0
BERBAGI

JAKARTA-Pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (uang beredar dalam arti luas)  pada akhir Maret 2016 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi M2  tercatat sebesar Rp4.561,1 triliun, atau tumbuh 7,4% (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2016 yang sebesar 7,2% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirga Segara menjelaskan peningkatan pertumbuhan M2 bersumber dari  pertumbuhan uang kuasi. “Likuiditas perekonomian uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2016 tumbuh 7,4% (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 7,2% (yoy),” terang Tirta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/4).

Menurutnya, uang kuasi pada akhir Maret 2016 tercatat sebesar Rp3.483,0 triliun atau tumbuh 6,3% (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,9% (yoy). Peningkatan pertumbuhan Uang Kuasi terutama dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka berdenominasi rupiah.

Dia menjelaskan, pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh akselerasi pertumbuhan kredit perbankan. Posisi kredit yang disalurkan perbankan pada Maret 2016 tercatat sebesar Rp4.027,2 triliun, atau tumbuh 8,4% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (8,1% yoy). “Pelonggaran kebijakan moneter, baik melalui penurunan BI rate dan GWM ditengarai turut mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan,” tuturnya.

Berdasarkan komponennya, meningkatnya pertumbuhan M2 bersumber dari komponen Uang Kuasi (simpanan berjangka dan tabungan, baik rupiah maupun valas, serta giro valas) yang tumbuh 6,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,9% (yoy).  “Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 terutama dipengaruhi oleh akselerasi pertumbuhan kredit perbankan,” pungkasnya.