Unika Atma Jaya-IIF Gelar Konferensi Pemberdayaan Manusia Indonesia

31

JAKARTA-Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya bekerjasama dengan International Indonesia Forum (IIF) menggelar 9th International Indonesia Forum Conference dengan tema “In Search of Key Drivers of Indonesia Empowerment”. Konferensi yang diadakan di kampus Unika Atma Jaya, Semanggi, ini menjadi ajang pagi para praktisi dan akademisi untuk saling bertukar ide dan informasi seputar konsep pemberdayaan di Indonesia.  “Melalui konferensi ini, Unika Atma Jaya ingin memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa melalui pemberdayaan manusia Indonesia dan institusi pemerintah maupun non-pemerintahan. Hasil konferensi diharapkan dapat membentuk kapasitas agar aktor-aktor terkait dalam pemberdayaan dari berbagai aspek dan perspektif dapat berperan maksimal,” kata Ketua Panitia Konferensi Rosdiana Sijabat di Jakarta, Selasa (23/8).

Pemberdayaan mencirikan individu dan masyarakat yang bergerak maju karena bisa memaksimalkan kemampuan dalam dirinya dalam membuat keputusan di berbagai aspek.  Pemberdayaan merupakan proses internal individu yang menunjukkan kemampuannya dalam membuat keputusan, juga proses eksternal dalam mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan yang dimiliki. Maka, pemberdayaan bisa meningkatkan kemampuan individu dan masyarakat dalam memaksimalkan kemampuannya di berbagai aspek seperti politik, sosial, agama, budaya, bisnis, pendidikan, komunikasi, sejarah, hukum, manajemen, dan teknologi. “Forum ini menjadi ajang untuk pertukaran ide, pengetahuan, dengan pendekatan praktis dan konseptual terhadap sumber pemberdayaan di Indonesia,” terangnya.

Sementara, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Sri Adiningsing mengatakan terdapat beberapa aspek dalam pemberdayaan di Indonesia seperti pemberdayaan di bidang ekonomi yang fokus pada aset dan sumber daya, sosial dan humanistik fokus pada pengembangan kemampuan individu dalam hidup bermasyarakat, politik fokus pada kemampuan menganalisis, mengatur, dan menggerakkan, serta aspek budaya yang fokus pada budaya minoritas.  “Melalui program nawa cita, pemerintah sekarang berusaha untuk mengimplementasikan berbagai aspek pemberdayaan untuk mengembangkan manusia Indonesia. Namun, kemampuan pemerintah terbatas, maka, kami membutuhkan bantuan dari akademisi, NGO, kalangan bisnis, dan semua masyarakat untuk mendukung pemberdayaan Indonesia. Karena, pemberdayaan manusia Indonesia adalah penting untuk perkembangan Ekonomi Indonesia,” ungkap Sri Adiningsih.