Upaya Unika Atma Jaya Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia

9

JAKARTA-Pemerintah melakukan berbagai upaya dalam menjamin ketersediaan dan pemerataan bahan pangan Indonesia. Sulitnya akses ke daerah terpencil dan ketika bencana menyerang masih menjadi kendala dalam menyebarkan bahan makanan. Hal ini yang membuat pemerintah juga memerlukan inovasi bahan makanan dalam menjaga ketahanan pangan agar tidak bertumpu pada beras saja.

Dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia, Unika Atma Jaya kembali mengadakan Festival Pangan 2019 untuk memamerkan inovasi pangan dari mahasiswa. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Food for Life Survival” dengan mempresentasikan sekitar 12 produk makanan oleh para mahasiswa semester empat dari dua program studi yaitu biologi dan teknologi pangan.

Tema tersebut ingin menampilkan makanan cepat saji yang dapat menggantikan kebutuhkan energi tubuh. Inovasi makanan ini diharapkan berguna saat bencana ataupun untuk dibawa bepergian ke tempat yang sulit akses makanan, seperti daerah perkemahan dan daerah yang terbatas fasilitas.

“Tujuan utama dari program ini agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu mereka melalui teknologi pangan, sehingga dapat menciptakan produk yang inovatif. Tentunya ini untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di Indonesia,” ungkap Diana Lestari, S.Gz., M.Si, dosen pembimbing Fakultas Teknobiologi.

Menurut Diana, program ini juga merupakan pelatihan bagi mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dan sebagai bekal saat mereka nanti terjun ke dunia kerja. Ini dikarenakan mahasiswa dituntut untuk menggunakan berbagai variasi bahan pangan dengan mengenal kekayaan alam bahan pangan Indonesia.

Festival Pangan dan Pesta Cendawan merupakan acara tahunan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya. Kegiatan ini memberi kesempatan pada mahasiswa dalam mempresentasikan produk makanan yang siap produksi (siap dijual). Inovasi produk makanan tersebut tentu akan dinilai berdasarkan inovasi bahan makanan dan nilai gizinya.

Aneka produk yang akan ditampilkan antara lain; Mee-luck, mie dari bahan dasar beras merah karena mampu membuat kenyang lebih lama dengan bumbu yang terinspirasi dari laksa tangerang; Cobaco, makanan dalam bentuk pasta yang terbuat dari bahan dasar cokelat dan pisang untuk segera mengatasi rasa lapar, dapat dimakan begitu saja, sebagai selai atau dicairkan menjadi susu cokelat; Nutcrookies, cookies dengan bahan dasar kacang merah dan kacang kenari kedua bahan yang banyak ditemukan di Indonesia.

Acara yang dilangsungkan di Kampus 3 BSD dengan menghadirkan Coach Mike dari Survival Skills Indonesia dan Dr.dr Tan Shot Yen, M.Hum, Dokter Ahli Gizi dan Filosofer yang akan menjadi narasumber dalam talkshow Festival Pangan 2019.

Kegiatan ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-17 Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya. Saat ini kegiatan perkuliahan sarjana 1 Fakultas Teknobiologi dilakukan di Kampus 3 Unika Atma Jaya, BSD yang sudah dilakukan sejak tahun 2017. Fakultas ini didukung dengan 27 laboratorium di antaranya, Laboratorium Teknologi DNA, Laboratorium Pengolahan Pangan, Laboratorium Mikrobiologi Pangan, Laboratorium Pangan Molekuler, Kultur Sel dan Jaringan, dan Inkubator Bisnis.

Melalui fasilitas dan kurikulum yang ada, fakultas ini ingin berkontribusi khususnya pada hal-hal perbaikan terhadap teknik pencegahan, deteksi dan penanganan penyakit; pengembangan teknik produksi yang efisien dan perbaikan kualitas hasil dalam bidang pertanian; pengembangan inovasi dan diferensiasi produk-produk hasil industri yang tidak memerlukan biaya tinggi dan ramah lingkungan; pengurangan ketergantungan terhadap sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, perbaikan teknik daur ulang, dan pencegahan polusi sehingga dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup.