VPI: Jakarta Butuh Pemimpin Berwawasan Kebangsaan

VPI: Jakarta Butuh Pemimpin Berwawasan Kebangsaan

0
BERBAGI
ilustrasi kompasiana.com

JAKARTA-Vox Point Indonesia (VPI) menyampaikan sejumlah kriteria bagi seorang pemimpin DKI Jakarta. Selain sosok sosok yang tegas, berani, loyal, taat konstitusi, pemimpin Jakarta juga harus menguasai permasalahan birokrasi, masalah sosial, sosiologi dan berwawasan kebangsaan.  Hal ini penting mengingat Jakarta sebagai barometer politik dan proyek percontohan kota-kota di Indonesia serta pusat kemajemukan masyarakat. “DKI Jakarta itu perlu pemimpin yang sanggup sebagai pengendali dan fasilitator,” ujar Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handoyo Budhi Sejati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (24/6).

Namun demikian, Handoyo tidak mau berspekulasi tentang sosok pemimpin yang dibutuhkan DKI Jakarta saat ini.

Dia hanya menjawab diplomatis tatkala disebutkan sejumlah nama calon pemimpin DKI Jakarta, yang saat ini muncul ke ruang pubik . “Kita masih terus mencermati, karena sampai saat ini belum ada nama yang secara formal sudah menjadi calon,” terangnya.

VPI sendiri akan menggelar seminar di Aula Gereja Katolik St. Yohanes Penginjil Blok B, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6) Vox Point Indonesia (VPI). Seminar yang diselenggarakan berkat kerjasama dengan Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI-KAJ) dengan tajuk “Mencari Pemimpin Tepat Untuk DKI Jakarta.”

Rencanannya, seminar ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu Johny G. Plate (Fraksi NasDem DPR RI), Rufinus Hutauruk (Fraksi Hanura DPR RI), Fandy Utomo (Fraksi Demokrat DPR RI), dan Arya Fernandez (Peneliti Politik CSIS). Selain menghadirkan narasumber, seminar ini juga mendatangkan beberapa tokoh sebagai penanggap antara lain Rm. Benny Susetio, Haposan Batubara (DPP Gerindra), Richard Saerang (Teman Ahok), Lukas Sutjiadi (Vox Point Indonesia), Andreas Susetyo (Fraksi PDIP DPR RI), William Yani (PDIP-DPRD DKI Jakarta), Ibnu Prakoso (Ketua Vox Point Indonesia Provinsi Banten) dan beberapa tokoh dari gerakan Sahabat Sandiaga Uno serta beberapa tokoh yang lain.

Handoyo mengatakan, seminar ini diadakan untuk memberi sumbangan pemikiran kepada masyarakat bagaimana mengukur dan menentukan pemimpin DKI Jakarta yang betul-betul tepat sesuai dengan kebutuhan warga DKI Jakarta.

Terutama lanjut Handoyo, pemimpin yang mampu membuat perubahan fisik dan terlebih lagi mampu mengubah mental pejabatnya sehingga mengubah Jakarta supaya benar-benar mencerminkan sebuah Ibu kota negara. “Kami Vox Point Indonesia juga ingin agar dengan seminar ini bisa mendapatkan informasi dari tangan pertama terkait dinamika di internal baik Parpol maupun relawan soal kandidat-kandidat yang akan maju dan isu-isu seputar Pilkada DKI yang memang saat ini cenderung memanas,” kata Handoyo.

Masyarakat Jakarta saat ini kata dia banyak disuguhhkan informasi dari banyak sisi terutama di media-media sosial yang justru membuat bingung masyarakat. Secara khusus lanjut Handoyo, fenomena Ahok dengan segala dinamikanya harus dicermati, baik kelompok yang pro maupun kontra. “Kami dari Vox Point Indonesia harapkan dari seminar ini bisa diperoleh informasi yang bisa dipercaya, obyektif dan positif untuk mendidik masyarakat. Makanya dalam seminar ini kami hadirkan tokoh-tokoh dari partai, relawan, media dan pengamat supaya kita bisa betul-betul obyektif,” terangnya.