Warga Jabar : Pancasila Dasar Negara Paling Tepat

Warga Jabar : Pancasila Dasar Negara Paling Tepat

41
0
BERBAGI
indobarometer.com

JAKARTA-Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan mayoritas publik Jawa Barat (79,6 persen) menyatakan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang paling tepat. Survey tersebut dilakukan beberapa waktu lalu di Jawa Barat.

Yang menyatakan Islam sebagai dasar negara yang paling tepat hanya sebesar 7,1 persen. Dan yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebesar 13,3 persen. “Ketika publik ditanya manakah pilihan dasar Negara Republik Indonesia, Islam atau Pancasila, mayoritas (81 persen) responden memilih Pancasila. Sementara yang memilih Islam 7,4 persen, yang menyatakan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 11,6 persen,” katanya di Jakarta, Selasa (6/6).

Mengenai isu pembubaran Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah, ternyata sebesar 50.1 persen warga Jawa Barat mengetahui atau pernah mendengar soal rencana tersebut. Yang tidak tahu 30.1 persen, dan yang tidak tahu atau tidak jawab sebesar 19.8 persen. Ketika mereka yang mengetahui ini ditanya, apakah setuju atau tidak setuju dengan rencana pembubaran tersebut, sebesar 40.4 persen mengatakan setuju, yang tidak setuju 17.1 persen. dan yang mengatakan tidak tahu atau tidak jawab sebesar 42.5 persen.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq mengatakan, masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang sangat agamis. Boleh di bilang, yang namanya orang Sunda itu sudah pasti Islam. Ini sebagai bentuk keidentikan Sunda dengan Islam, sehingga jika agama Islam dihina oleh siapapun pasti akan marah. Karena itu, tidak mengherankan tetapi juga cukup mengkhawatirkan dengan hasil survei Indo Barometer ini. Sebab ternyata cukup banyak juga yang menyetujui (34,1 persen) pernyataan “Negara-negara Islam harus membentuk satu kesatuan pemerintahan (kekhalifahan). Meskipun yang tidak setuju masih lebih banyak, yaitu 37.5 persen. Selisihnya cukup tipis.

Namun, Maman berharap politik identitas tidak terjadi di Jawa Barat sebagaimana yang baru saja terjadi di DKI Jakarta. Jangan sampai di Jawa Barat terjadi ada warga yang tidak memilih salah satu calon gubernur karena calon tersebut memiliki afiliasi dengan Ahok.

Temuan survei Indo Barometer yang lainnya adalah mayoritas warga Jawa Barat tidak setuju dengan pernyataan “Apa yang dilakukan ISIS memiliki tujuan mulia untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam.”
“Yang menyatakan tidak setuju atas pernyataan di atas sebanyak 57,7 persen. Yang seetuju (7,2 persen),” katanya.

Demikian juga dengan penyataan bahwa “Aksi Bela Islam seperti 411 dan 212 beberapa waktu lalu betul-betul merupakan gerakan untuk memperjuangkan Islam,” ternyata tidak semua warga Jabar mendukungnya. Buktinya, yang menyatakan setuju sebesar 37,5 persen dan yang tidak setuju 26.6%.

Organisasi Agama

Indo Barometer juga merilis tingkat pengenalan dan kesukaan organisasi agama. Dalam survei ini, ada lima organisasi dengan tingkat pengenalan tertinggi, yaitu Nadhlatul Ulama (NU) 94.6 persen, Muhammadiyah 93.5 persen, Front Pembela Islam (FPI) 89.2 persen, Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI 61.3 persen, dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 54.5 persen.

Sementara tingkat pengenalan terhadap organisasi lainnya seperti GP Ansor sebesar 53 persen, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 52.6 persen, dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 47.1 persen.

Sedangkan lima organisasi agama dengan tingkat kesukaan yang tertinggi adalah NU 87.9 persen, Muhammadiyah 75.6 persen, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 73.2 persen, GP Ansor 70.5 persen, dan ICMI 65 persen. Sementara kesukaan terhadap FPI 47.3 persen dan HTI 31.6 persen. GNPF MUI 60.6 persen.

Survei Indo Barometer ini dilaksanakan di 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, pada 17-23 Mei 2017. Dengan jumlah responden 800 orang yang berumur 17 tahun atau yang sudah menikah. Margin of error ± 3.46%, pada tingkat kepercayaan 95%. ***