JAKARTA-Kelompok Islam tradisionalis, utamanya warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta diperkirakan tidak akan memilih paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua pilgub DKI Jakarta.
Pasalnya, warna Islam radikal yang menjadi pendukung utama paslon nomor urut 3 ini menjadi ancaman bagi Islam tradisionalis.
“Saya melihat, Islam tradisonalis akan pilih Ahok-Djarot, apalagi warna Islam radikal di kelompok Anies-Sandi sangat kuat sekali. Meskipun mereka tidak suka dengan Ahok, tetapi dengan banyaknya kelompok anti NU di kubu Anies-Sandi maka mereka merasa terancam,” ujar peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir di Jakarta, Senin (3/4).
Seperti diketahui, NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang bertujuan menegakkan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat di dalam wadah NKRI.
Sejak pra kemerdekaan, ulama-ulama NU menyadari bahwa Indonesia sangat majemuk yang terdiri dari bermacam suku, bahasa, budaya dan agama hidup di dalamnya.
Kemajemukan itu menjadi kekuatan dan sekaligus tantangan bangsa Indonesia untuk merajut NKRI.
Karena itu, NU tidak memimpikan apalagi memaksakan Indonesia menjadi negara Islam walaupun Islam merupakan agama mayoritas.













