Wirausahawan Dipacu Kembangkan Waralaba

Wirausahawan Dipacu Kembangkan Waralaba

23
0
BERBAGI
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta wirausahawan terus menumbuhkembangkan waralaba di tingkat nasional, regional, dan dunia. Bisnis waralaba telah menjadi salah satu model strategi pengembangan usaha bagi pelaku usaha, terutama para pemula. Waralaba juga telah terbukti mampu menciptakan dan menumbuhkan wirausahawan baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan promosi merek lokal di pasar dunia.
Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan pada konferensi pers penyelenggaraan World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016 di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (5/9).

WFSI 2016 akan digelar pada 22-27 November 2016 di Jakarta.
“Salah satu peluang pengembangan kewirausahaan yang menjanjikan adalah melalui sistem usaha waralaba. Melalui kewirausahaan, diharapkan aktivitas ekonomi tidak lagi bertumpu pada eksploitasi yang berbasis pada sumber daya alam, tetapi menciptakan wirausahawan baru yang mengubah pola pikir masyarakat dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” jelas Oke.

Melalui penyelenggaraan WFSI 2016, Kemendag turut berpartisipasi dalam Indonesia Franchise and SME Expo.            Di acara ini, akan tampil para pelaku usaha waralaba binaan Kemendag.

WFSI 2016 dirancang oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai pertemuan tahunan World Franchise Council (WFC) dan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC) yang tahun ini diadakan di Indonesia. WFC dan APFC merupakan perhimpunan nonprofit yang beranggotakan 46 asosiasi waralaba dari negara-negara maju dan berkembang. Pada pertemuan tahunannya, para anggota akan membahas isu-isu dan kebijakan terkait waralaba dan perkembangannya.

Oke mengharapkan WFSI dapat mencipatakan multiplier effect sehingga mampu menggairahkan waralaba Indonesia, mendorong penciptaan wirausahawan, dan membuka lapangan kerja baru. Acara ini juga dapat digunakan sebagai ajang promosi produk waralaba dan produk Indonesia. “Ini juga kesempatan untuk berpromosi karena akan dihadiri 46 negara dan pelaku usaha waralaba yang berminat untuk bekerja sama,” lanjut Oke.

Dikatakan Oke, pemerintah dapat menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia tentang perkembangan usaha-usaha waralaba Indonesia. “Kita harus bangga, ternyata waralaba kita juga banyak dan dikenal dunia. Kita juga perlu menunjukkan pada perwakilan negara-negara yang hadir bahwa negara kita sangat kaya dengan aneka ragam kebudayaan dan warisan besar dunia,” ujarnya.

Pada WFSI 2016, Kemendag juga akan memberikan Penghargaan Waralaba Indonesia (PWI). Penghargaan ini untuk mengapresiasi pelaku usaha waralaba dan business opportunity (BO) Indonesia. Penghargaan dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu kategori Waralaba Pratama, Waralaba Utama, Penerima Waralaba, Waralaba Global Indonesia, dan Waralaba Mancanegara.

Ada tiga tahapan pelaksanaan PWI. Pertama, sosialisasi dan pendaftaran/penjaringan. Kedua, evaluasi dan verifikasi lapangan. Ketiga, penilaian dan penjurian final. Saat ini, kegiatan PWI telah melalui tahapan pertama yang dilakukan di delapan lokasi, yaitu Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Denpasar, Palembang, dan Banjarmasin. Seleksi dilakukan pada pelaku usaha waralaba lokal maupun mancanegara. Hingga saat ini, telah terjaring sebanyak 298 usaha BO dan waralaba baik lokal dan mancanegara yang akan menjadi nominasi.

Berdasarkan seleksi tahap awal PWI, sudah terseleksi 15 pelaku usaha untuk kategori Waralaba Pratama dan 35 pelaku usaha untuk kategori Waralaba Utama. Sedangkan untuk kategori Waralaba Mancanegara setelah dilakukan sosialisasi dan pembukaan pendaftaran hanya ada 6 pelaku usaha mancanegara yang mendaftar untuk berpartisipasi, yaitu  Berlitz, H&M, Kentucky Fried Chicken, Mc Donald’s, Pink Parlour, dan Roto Rooter. “Diharapkan para pelaku usaha mancanegara lainnya juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” pungkasnya.