Zuhairi: Isu Agama Digunakan Untuk Jatuhkan Ahok

32
Intelektual Muda NU, Zuhairi Misrawi

JAKARTA-Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menilai isu agama telah digunakan secara politis untuk menjatuhkan integritas, kredibilitas dan elektabilitas Gubernur Petahana DKI Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama, sehingga telah diadili sebelum dimintakan klarifikasi. Hal  ini menjadi preseden buruk bagi keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang secara serius menggunakan isu penistaan agama secara politis untuk menjatuhkan integritas Cagub nomor urut 2 ini. “Dan kita tahu Bapak Basuki tidak mungkin dikalahkan dengan menggunakan isu-isu agama. Karena saya percaya terhadap pilihan orang-orang Jakarta yang sudah cukup tahu apa yang sudah dikerjakan oleh Bapak Basuki, ” ungkapnya.

Untuk itu, dia menyerukan agar mengembalikan Pilkada DKI Jakarta ke khitohnya untuk memilih pemimpin yang terbaik yang betul-betul melayani rakyat dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa..

Zuhairi mengaku secara pribadi mengenal Basuki yang memilik kedekatan dengan orang-orang muslim dan mempunyai ketulusan dalam persahabatan. Pernyataannya di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu tidak bisa dikategorikan atau disimpulkan sebagai menodai agama. Karena dalam pernyataannya Basuki ingin mengatakan bahwa marilah berpolitik secara terhormat. “Jangan menggunakan paham keagamaan untuk kepentingan politik,” imbuhnya.

 

“Basuki itu ingin mengingatkan kita bahwa marilah kita merayakan demokrasi dengan adu argumen dan adu program yang lebih dipercaya oleh rakyat dari pada menggunakan isu-isu keagamaan,” ujar Zuhairi.

Sejak awal mantan Koordinator Kajian dan Penelitian Lakpesdam NU ini menyatakan setelah menonton pidato yang tidak diedit berdurasi 1 jam 48 menit itu tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa Basuki melakukan penistaan terhadap agama, khususnya Al-Quran surat Al-maidah ayat 51.

Zuhairi kembali mengingatkan betapa bahayanya republik ini ketika agama seringkali dijadikan alat untuk menjatuhkan lawan politik demi kekuasaan. “Seharusnya jangan berhenti terus menerus memberikan informasi-informasi yang baik dan tepat yang masuk akal yang memperkuat kebersamaan kepada masyarakat, ditengah hamparan fitnah dan deraan-deraan beberapa informasi distortif. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menyampaikan kebenaran sebagai sebuah kebenaran dan kebathilan sebagai sebuah kebathilan,” lebih jauh Zuhairi mengingatkan.

“Buat saya Bapak Basuki masih sosok pemipin yang tepat untuk Jakarta ke depan saat ini di bandingkan yang lain, “imbuhnya.

Dalam proses peradilan yang mendakwa Basuki atas kasus penistaan agama, Zuhairi masih berharap  dan optimis bahwa hakim masih punya hati nurani untuk menyatakan kebenaran bahwa Basuki tidak bersalah dan tidak melakukan penodaan terhadap agama.  “Jika Pak Basuki diputus bersalah maka ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi kita dan penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat. Kenapa, karena seseorang dihakimi atau diputus bersalah tidak sesuai dengan fakta hukum akan tetapi karena tekanan massa. Tetapi secara pribadi saya meyakini Pak Basuki akan diputus bebas,” pungkasnya.