PDIP Besar Karena Megawati

memastikan seluruh kader Partai selalu siap menghadapi serangan firnah dan hoaks yang ditujukan ke Partai dan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan penuh kesabaran, keyakinan dan tidak akan menggoyahkan karakter berpolitik Partai yang mengedepankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan sosial
Ketum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri

JAKARTA-Sejumlah lembaga survey menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai terpopuler dengan tingkat elektabilitas diatas 20  persen.

Kian moncernya partai moncong putih ini tidak lepas dari sosok Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Saya tegaskan, tidak ada orang lain selain Megawati Soekarnoputri yang membuat PDI Perjuangan sampai sekarang masih besar dan makin besar,” ujar  politisi PDI Perjuangan, Sukur Nababan di Jakarta, Selasa (17/12).

Menurut dia, sosok sentral dibalik kesuksesan PDI Perjuangan saat ini adalah figur Ketua Umum, Megawati.

Selama sepuluh tahun, Ketua Umum PDI Perjuangan konsisten mengawal sikap politik partai wong cilik ini sebagai partai  oposisi.

Konsistensi sikap oposisi ini membawa berkah bagi PDI Perjuangan.

Baca :  Gus Nabil: Transformasi Pancasila Untuk Indonesia Maju

Terbukti,  pilihan politik oposisi tidak membuat partai ini gembos, malah semakin solid dan baik eletabilitasnya.

“Saat ini survei PDI Perjuangan sangat bagus dan kalau survei itu jujur, pasti PDI Perjuangan nomor satu,” jelasnya.

Sukur kembali menegaskan bahwa prestasi yang dicapai PDI Perjuangan saat ini berkat kemampuan Megawati mengelola partai.

Dampaknya, PDI P sampai sekarang masih bersinar.

“Saya percaya dan yakin bahwa survei itu baik dan bagus karena Ibu Mega. Sepuluh tahun oposisi bukan hal mudah. Kalau saja dulu Bu Mega tergoda uang dan jabatan menteri, mungkin semua akan beda,” kata Sukur.

Semua kinerja Mega sebagai Ketua Umum, ditegaskannya, membawa PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat.

Baca :  Raih KWP Award 2021, Said Abdullah: DPR Always Bekerja Untuk Rakyat

Mega yang selama ini memikirkan matang bagaimana cara memajukan kadernya.

Termasuk ketika Megawati menunjuk Joko Widodo untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta padahal sebelumnya cuma Walikota Solo. ”

Insting politik Bu Mega bagus sekali. Siapa sangka Jokowi bisa menjadi gubernur Jakarta dan Ganjar Pranowo menjadi gubernur Jawa Tengah?” ungkapnya.

Ditegaskannya, naluri dan keputusan politik Mega menjelang Pemilu 2014 akan menjadi patokan PDI Perjuangan dalam menentukan capres dan cawapres.

“Bu Mega selalu berdasar pertimbangan matang dan ideologi. Saya tidak ada motif menjilat bicara ini. Tapi saya tegaskan, PDI Perjuangan makin besar bukan karena orang lain,” terangnya.