BI Resmikan BISILK

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas

JAKARTA-Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas meresmikan implementasi Sistem Informasi Layanan Kas Bank Indonesia (BISILK).

Hadir dalam peresmian ini 12 Direksi Bank selaku koordinator focus group BISILK serta pejabat bank se-Jabodetabek.

BISILK merupakan otomasi proses penyampaian informasi, transaksi dan pelaporan penyetoran dan penarikan uang tunai yang dilakukan oleh Bank ke BI.

Fungsi sirkulasi uang tunai merupakan fungsi klasik bank sentral yang telah dilakukan BI sejak 1828, ketika masih bernama De Javasche Bank.

Dan sesuai amanat Undang-undang yang berlaku saat ini, memelihara kelancaran sistem pembayaran merupakan salah satu kewajiban  BI, bahkan hingga ke wilayah terpencil dan area perbatasan.

“BI pun senantiasa melakukan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan kas kepada perbankan dan masyarakat,” jelasnya.

Baca :  BI dan Polri Tandatangani Pedoman Kerja Sinergi Penegakan Hukum

Sejak 2007, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pembayaran tunai, Bank Indonesia bersama perbankan telah mengimplementasikan kebijakan penyetoran dan penarikan uang kartal oleh bank.

Pemenuhan kebutuhan uang tunai bank harus dilakukan melalui mekanisme transaksi uang kartal antar bank (TUKAB) terlebih dahulu, baru kemudian penyetoran dan/atau penarikan uang tunai bank dapat dilakukan di Bank Indonesia (BI is the last resort).

Berdasarkan hasil evaluasi, proses pelaporan dan rekapitulasi atau pengolahan data yang masih manual mengakibatkan TUKAB masih tersegmentasi pada beberapa kelompok-kelompok bank.

“Untuk mengoptimalkan transaksi inilah  BI berinisiatif menyediakan dan mengimplementasikan BISILK,” jelasnya.

Berbagai manfaat bisa dipetik oleh industri perbankan maupun  BI dengan implementasi BISILK.

Baca :  BI, OJK dan Kemenkeu Berlakukan Nomor Tunggal Identitas Investor

Bagi bank, otomasi ini mendorong terwujudnya efisiensi biaya dan SDM, kecepatan transaksi dan informasi yang bersifat real time, kesamaan hak akses dan informasi serta peningkatan keamanan informasi dan akurasi data.

Sedangkan bagi BI, pengolahan data secara real time dan terkomputerisasi ini akan semakin memudahkan proses monitoring dan penyelesaian masalah.

“Dan pada akhirnya, kehadiran BISILK diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem pembayaran tunai serta layanan kas kepada perbankan dan masyarakat guna mendukung tercapainya tujuan  BI yang lebih luas, yaitu memelihara kestabilan nilai Rupiah,” pungkasnya.