Semen Indonesia Terima Kredit Sindikasi Senilai US$100 juta

Ilustrasi

JAKARTA-Bank Mandiri bersama Standard Chartered Bank dan SMBC, mengucurkan kredit sindikasi senilai US$100 juta ke Thang Long Joint Stock Company (”TLCC”), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Vietnam. Kredit sindikasi dengan jangka waktu 6 tahun tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan pabrik semen TLCC di Vietnam.

Pada kerjasama pembiayaan ini, Bank Mandiri dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers & Bookrunners .

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengatakan, pembiayaan sindikasi ini merupakan upaya Bank Mandiri mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group di kawasan Asia Tenggara, dan karena pendanaan ini untuk perusahaan di luar negeri maka operasional pelaksanaannya dilakukan oleh Bank Mandiri Cabang Hongkong dan Singapura.

”Industri semen di kawasan Asia Tenggara sangat potensial, seiring dengan pengembangan infrastruktur di masing-masing negara. Sebagai bank milik Indonesia, kami ingin mendukung upaya Semen Indonesia menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara,” kata Fransisca di Jakarta, Kamis (19/6).

Baca :  Big Data Bisa Mendeteksi Fraud

Komitmen perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group, lanjut Fransisca, sebelumnya juga telah direalisasikan melalui pemberian fasilitas non cash loan dengan limit Rp1,4 triliun kepada PT Semen Gresik.

Fasilitas itu untuk mendukung pembangunan Pabrik Semen dengan kapasitas 3 juta ton per tahun di Rembang, Jawa Tengah. Bank Mandiri juga memberikan fasilitas kredit investasi senilai Rp1,95 triliun untuk pembangunan pabrik PT Semen Padang di Indarung, Sumatera Barat .

Sementara itu, Managing Director, Head of Corporate & Institutional Client, Standard Chartered Bank Indonesia, Sarab Bhutani, mengatakan kebanggaan tersendiri bagi Standard Chartered bank turut dalam kolaborasi pendanaan internasional ini, yang melibatkan sejumlah tim kami dari Indonesia, Vietnam dan Regional Asia Tenggara, termasuk tim produk dari Structured Finance, Syndication, Financial Market dan Transaction Banking.

“Kemampuan lintas negara inilah yang kami tawarkan kepada Semen Indonesia dalam rangka perluasan bisnisnya di Vietnam, termasuk memberikan dukungan untuk segi regulasi dan peraturan di negara tersebut. Ini merupakan bagian dari komitmen Here for good kami untuk mendukung pasar ASEAN, dimana Standard Chartered Bank memiliki perwakilan di ke-10 negara anggotanya. Dalam kesempatan ini kami juga ingin mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang luar biasa kepada manajemen Semen Indonesia Group, dan mitra kami Bank Mandiri serta SMBC,” tuturnya.

Baca :  Rating ASSA Maupun Rencana Emisi Obligasinya Ditahan Pada Level Single A Minus

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto, mengemukakan kerjasama finansial dengan Bank Mandiri, Standard Chartered Bank, dan SMBC, dapat mendukung ekspansi bisnis Semen Indonesia Group di kawasan regional melalui pembiayaan untuk cement plant milik salah satu anak usaha Perseroan yaituTLCC, di Vietnam.

“Kredit sindikasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis anak usaha Perseroan memiliki prospek yang baik, sehingga perbankan tidak memiliki keraguan untuk memberikan dukungan pembiayaan”, ujar Dwi.

“Semenjak diakuisisi bulan Desember 2012 yang lalu, kinerja TLCC semakin membaik, berkat keberhasilan melakukan post merger integration dan implementasi SAP untuk mendukung proses bisnis TLCC”, ujar Dwi.

Sepanjang tahun 2013, kinerja TLCC mengalami perbaikan dan pada kuartal IV tahun 2013 TLCC mulai membukukan laba usaha. Kinerja yang membaik tercermin dari meningkatnya EBITDA sebesar 15%, dari 351 miliar VND menjadi 404 miliar VND dan EBITDA margin dari 14% di tahun 2012 menjadi 19% di tahun 2013.

Baca :  Ribuan Milenial Berpartisipasi Sosialisasikan QRIS

Kemudian mampu menurunkan beban bunga dari sebelumnya 481 miliar VND di tahun 2012 menjadi 289 miliar VND di tahun 2013. Kemampuan menurunkan biaya bunga dan kinerja yang terus meningkat mendorong tumbuhnya laba usaha dari 96,1 miliar VND di tahun 2012 menjadi 104,6 miliar VND di tahun 2013.