BI Terbitkan Hasil Kajian Lending Model Pembiayaan UMKM

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) menyediakan informasi pola pembiayaan untuk komoditas potensial dalam bentuk model/pola pembiayaan komoditas (lending model). Lending model ini akan menjadi rujukan bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menyediakan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang bermaksud mengembangkan usahanya. “Dari sisi pembiayaan, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank, baik karena kendala teknis, misalnya tidak mempunyai/tidak cukup agunan, maupun kendala non teknis, misalnya keterbatasan akses informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Di sisi lain perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang potensial untuk dibiayai,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (5/8).

Berdasarkan penelitian BI pada 2013, ada 7 komoditas yang dapat mengikuti pola pembiayaan. Ketujuh lending model itu adalah Usaha Budidaya Bawang Merah, Usaha Budidaya Cabai Merah, Usaha Budidaya Kedelai, Usaha Budidaya Penggemukan Sapi Potong, Budidaya Pisang Mas Kirana, Usaha Budidaya Kakao dan Usaha Pengembangbiakan Sapi Pedaging.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dan strategis dalam perekonomian nasional. Namun demikian, UMKM masih memiliki kendala, baik untuk mendapatkan pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya.

Pada triwulan I-2014, urainya penyaluran kredit UMKM Bank Umum mencapai Rp619,4 triliun, tumbuh 17,0% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2013 sebesar 15,7% (yoy). “Namun secara triwulanan, pertumbuhan kredit UMKM menunjukkan perlambatan yaitu 1,7% (qtq) dibandingkan triwulan IV-2013 (3,3%, qtq),” pungkasnya.