Q3 2014, Medco Bukukan Total Penjualan Sebesar AS$ 522 Juta

manajemen MEDC telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM
ilustrasi

JAKARTA-PT Medco Energi Internasional Tbk pada triwulan III-2014 berhasil membukukan total penjualan sebesar AS$ 552 juta.

Sektor Eksplorasi & Produksi minyak dan gas (“E&P”) berkontribusi 94% dari total penjualan atau sebesar AS$ 518 juta, dari volume minyak dan gas (migas) bumi sebesar 53.300 barel setara minyak selama periode 1 Januari hingga 30 September 2014.

“Mengikuti pola pergerakan harga dunia, minyak bumi mencapai harga rata-rata AS$ 106,3 per barel, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 yaitu AS$ 108,5 per barel. Sedangkan Harga rata-rata gas sebesar AS$ 5,60 per MMBTU, naik 11% dari AS$ 5,04 per MMBTU pada tahun 2013 atas keberhasilan Perseroan melakukan renegosiasi kontrak penjualan gas,” ujar Direktur Utama dan CEO MedcoEnergi, Lukman Mahfoedz dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (29/10).

Dia menjelaskan, pada periode 3Q 2014, Perseroan mencatat laba kotor sebesar AS$ 199 juta dan pendapatan operasi sebesar AS$ 138 juta. 

Perseroan berhasil menurunkan biaya operasi sebesar 10% dari AS$ 68 juta di triwulan ketiga 2013  menjadi AS$ 61 juta dan mencatat EBITDA (Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sebesar AS$ 215 juta.

Baca :  Pemerintah Buka Lelang 6 Wilayah Kerja Migas Tahun 2021

Menurutnya, pada periode 3Q 2014 Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (Laba Bersih) dari operasi yang dilanjutkan sebesar AS$ 9,5 juta, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013.

“Hasil laporan keuangan ini belum mencerminkan kontribusi positif atas produksi dan kinerja keuangan dari aset Perseroan di Tunisia yang akan mulai tercatat di bulan Oktober 2014,” jelasnya.

Pada periode 3Q 2014, ujarnya,  Perseroan mencatat laba kotor sebesar AS$ 199 juta dan pendapatan operasi sebesar AS$ 138 juta. 

Perseroan berhasil menurunkan biaya operasi sebesar 10% dari AS$ 68 juta di triwulan ketiga 2013  menjadi AS$ 61 juta dan mencatat EBITDA (Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sebesar AS$ 215 juta. 

Pada periode 3Q 2014 Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (Laba Bersih) dari operasi yang dilanjutkan sebesar AS$ 9,5 juta, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013.

Baca :  Harga Avtur Domestik Lebih Mahal 20% Ketimbang Internasional

Hasil laporan keuangan ini belum mencerminkan kontribusi positif atas produksi dan kinerja keuangan dari aset Perseroan di Tunisia yang akan mulai tercatat di bulan Oktober 2014.

Lebih lanjut dia menegaskan, penyelesaian Proyek Senoro sudah mencapai 87% dan akan mencapai Mechanical Completion di awal 2015. 

Sementara itu konstruksi kilang Donggi Senoro LNG telah selesai dan saat ini sedang dalam tahap uji coba (commissioning).

Penyelesaian kedua proyek tersebut mencerminkan realisasi proyek utama Perseroan yang akan diikuti oleh proyek-proyek utama lainnya seperti Block A, Simenggaris, Libya dan Tunisia di kurun waktu 2017 – 2019.

Pada tanggal 17 September 2014 yang lalu, Perseroan berhasil mendapatkan persetujuan komersialisasi kedua atas keberhasilan program eksplorasi dan appraisal diArea 47, Libya, akan menambah cadangan 2P (Terbukti dan Terduga) migas Perseroan sebesar 74 MMBOE (gross) terhadap total cadangan yang sebelumnya telah dicatat saat persetujuan komersialisasi pertama di bulan Desember 2011 sebesar 208 MMBOE (gross).

Baca :  Pertamina Targetkan Investasi Naik 84% di 2020

“Saya yakin MedcoEnergi akan tumbuh pesat seiring dengan selesainya Proyek-Proyek Utama Perseroan, Proyek Gas Senoro pada 2015 yang akan diikuti penyelesaian Proyek-Proyek Utama lainnya pada tahun 2017 dan seterusnya,” ujarnya.

Dalam periode 3Q 2014, Perseroan kembali berhasil dalam kegiatan eksplorasi dengan menemukan cadangan migas baru pada Sumur Hijau-2, Blok South Sumatera, Indonesia dan Sumur P2 dan O2, Area 47, Libya.

MedcoEnergi juga berhasil menyelesaikan akuisisi 100% saham Storm Ventures International (Barbados) Ltd. dengan Chinook Energy, Inc. untuk kepemilikan hak partisipasi di delapan wilayah kerja E&P Migas di Tunisia. Perseroan juga menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan pasar gas domestik dengan menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT PLN Persero dan PT MEPPOGEN.

Pasokan gas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembangkitan listrik di wilayah Kalimantan Utara dan Sumatera Selatan.