Selepas Krisis 2008, Total Dana Asing di Pasar Modal Rp 103,50 T

Ilustrasi

PONTIANAK-Potensi pertumbuhan tingkat imbal hasil (return) investasi yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan dananya di pasar modal Indonesia.

Sepanjang 2014, level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi salah satu acuan potensi return investasi di pasar modal Indonesia tercatat mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan level indeks bursa di negara lainnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, di sepanjang 2014 sampai dengan akhir Oktober 2014, level IHSG telah mengalami kenaikan 19,08% dari 4.274,18 poin di akhir 2013 menjadi 5.089,55 poin per 31 Oktober 2014.

Dalam periode yang sama, persentase peningkatan level IHSG telah melampaui peningkatan indeks harga saham di bursa-bursa negara lain seperti Shanghai Stock Exchange (14,38%), New York Stock Exchange (4,28%), Singapore Exchange (3,37%), Australia Stock Exchange (2,84%), Tokyo Stock Exchange (2,41%), Bursa Malaysia (0,23%), dan Korea Exchange (-2,33%).

Baca :  Dewan Komisioner OJK Mengajar Keuangan di Medan

“Hal ini menunjukkan sepanjang Januari – Oktober 2014, potensi imbal hasil investasi di pasar modal Indonesia lebih menjanjikan dibanding bursa-bursa di negara lain tersebut,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI Pontianak Taufan Febiola seperti dikutip dari www.idx.co.id, Kamis (27/11).

Dia menjelaskan potensi return tersebut menarik minat investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Tercatat di sepanjang tahun ini, jumlah aliran dana investor asing sudah mencapai Rp49,70  triliun.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat, selepas krisis 2008 silam, total investor asing sudah menanamkan dananya senilai Rp 103,50 triliun di pasar modal Indonesia.

Aliran Dana Investor Asing di BEI 2009-2014
Tahun Dana Beli – Jual Bersih (Dalam Rupiah)
2009 13.290.409.686.855
2010 20.981.711.778.509
2011 24.290.353.528.374
2012 15.881.346.707.936
2013 -20.647.102.934.534
2014* 49.708.670.705.498
Total 103.505.389.472.6
Baca :  OJK: Downside Risks Masih Perlu Diwaspadai

*Sampai dengan 25 November 2014
Sumber: Divisi Riset Bursa Efek Indonesia

Saat ini, jelasnya persentase kepemilikan efek investor asing di pasar modal Indonesia tercatat sebesar 58,80%.

Sedangkan investor domestik menguasai 41,19%. Untuk membuat pergerakan IHSG menjadi lebih stabil dan lebih mencerminkan perekonomian Indonesia serta meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia, maka penambahan basis investor domestik harus terus dilakukan.

“Oleh karena itu, otoritas BEI terus melakukan sosialisasi untuk mengenalkan pasar modal kepada masyarakat,” pungkasnya.