Bank BTN Diberi Peran Sentral Dalam Program Rumah Nasional

JAKARTA-Bank BTN akan diberikan peran sentral dalam pelaksanaan  program perumahan nasional yang diperuntukkan bagi rakyat di Indonesia.   Untuk itu, Bank BTN akan menyusun strategi bagaimana program rumah bagi masyarakat menengah kebawah  dapat terealisasi dengan cepat.

“Kami siap untuk menjadi motor dalam menggerakkan program rumah bagi masyarakat. Ini adalah program pemerintah dan menjadi tugas mulia bagi kami untuk merealisasikannya,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta beberapa waktu lalu.

Maryono mengaku, Wakil Presiden meminta agar  Bank BTN  menjadi pemeran  utama dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan nasional ,  seperti program perumahan bagi buruh di dekat kawasan industri.

Baca :  Laba BBCA di Kuartal Ketiga Turun 4,2%, Aset Tembus Rp1.000 Triliun

“Konsepnya  akan dibicarkan lebih lanjut dengan  tim wapres.  jadi  pemerintah akan lebih fokus bagaimana membiayai rumah-rumah khususnya bagi masyarakat  berpenghasilan rendah ini lebih besar lagi,” tambah  Maryono.

Dia menegaskan Bank BTN siap mendukung program perumahan pemerintah berapapun jumlahnya dan dimanapun tempatnya. Yang penting rumah itu layak untuk didukung pembiayaannya melalui skip KPR yang kami siapkan khusus bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Seperti diketahui Indonesia masih menghadapi problematika besar dalam mengatasi masalah backlog perumahan dalam negeri. Hingga saat ini diperkirakan backlog mencapai 15 juta lebih unit rumah yang masih harus dipenuhi oleh pemerintah. Karena itu, diperlukan peran serta banyak pihak untuk mengatasi problematika masalah perumahan ini. 

Baca :  BCA Bagi Dividen Rp 2,9 Triliun di 2013

“Pemenuhan kebutuhan perumahan tersebut menjadi tanggungjawab bersama. Baik pemerintah, pengembang maupun perbankan perlu menyatukan visi dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah untuk masyarakat. Apalagi jika melihat backlog masalah penyediaan perumahan di Indonesia akan terus bertambah jika tidak ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” tegasnya.

Maryono menjelaskan backlog itu bukan kesalahan Bank BTN sebagai pelaksana program. Namun backlog itu terjadi justru karena pasarnya besar dan tidak dapat ditutup hanya oleh pembiayaan yang disiapkan Pemerintah melalui APBN dan Bank BTN.

“Perlu dukungan dari perbankan lain untuk masuk dalam program rumah nasional. Minat masyarakat untuk memiliki rumah begitu besar sekali. Entah itu untuk kebutuhan tempat tinggal ataupun sarana investasi bagi mereka. Ini merupakan potensi yang perlu didorong oleh para pelaku pembangunan perumahan agar pasar rumah selalu siap untuk dibeli oleh masyarakat yang membutuhkan,” urainya.

Baca :  Posisi Uang Beredar Desember 2019 Tercatat Rp6.136,5 Triliun

Bank BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013.