BNI Raih Penghargaan The Best Companies 2014 SRI-Kehati Index

JAKARTA-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terpilih sebagai perusahaan terbaik Indeks SRI-Kehati 2014 (The Best Companies 2014 SRI-Kehati Index). Penghargaan ini diberikan pada ajang penjurian Sustainable and Responsible Investment.

Keanekaragaman Hayati Indonesia (SRI-Kehati) Award. BNI menyisihkan 25 perusahaan atau emiten yang masuk dalam Indeks SRI-Kehati. Indeks SRI-Kehati merupakan indeks saham yang terdiri dari perusahaan atau emiten yang dinilai menguntungkan secara ekononi dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Indeks ini diluncurkan sejak 2009 oleh Yayasan KEHATI bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengacu pada tata cara Sustainable and Responsible.

Yayasan KEHATI menetapkan 25 perusahaan terpilih yang dianggap memenuhi kriteria indeks SRI-Kehati sehiingga dapat menjadi acuan bagi para investor.

Baca :  Gubernur BI Lantik 27 Pemimpin Bank Indonesia

Penghargaan ini diberikan pada malam penganugerahan SRI-Kehati Award akhir pekan lalu, oleh Nurhaida, Anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, yang didampingi oleh Ito Warsito, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan Direktur Eksekutif Yayasan SRI-Kehati, M.S. Sembiring, kepada Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi.

Dalam penjurian, setiap emiten anggota Indeks SRI-Kehati diseleksi berdasarkan 3 kriteria utama, yaitu aspek bisnis inti, aspek finansial dan aspek fundamental. BNI merupakan salah satu bank besar di Indonesia yang peduli pada bisnis yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Komitmen ini, antara lain dilakukan dengan memberikan pembiayaan pada usaha energi terbarukan, usaha dengan bahan baku limbah (daur ulang), agroforestri, dan lainnnya. Serta mendukung pengembangan usaha konvensional nasabah yang memiliki inisiasi berwawasan lingkungan, seperti pabrik semen yang memiliki fasilitas meminimalkan debu (dust ignition protection/DIP), mengolah limbah, memanfaatkan limbah sebagai energi (biogas/biomass), dan pemanfaatan energi yang efisien (high end technology).

Baca :  Said Abdullah: Tak Perlu Pansus, Cukup Panja Jiwasraya Saja

Pembiayaan pada proyek tambang yang melakukan program reklamasi lahan bekas galian (land conservation), dan menggunakan mesin yang efisien. Pembiayaan proyek perumahan yang memiliki RTH (ruang terbuka hijau), memiliki sarana pengolah limbah, tidak di bawah SUTET dan menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Pembiayaan pada perkebunan sawit yang menerapkan prinsip2 RSPO (rountable sustainable palm oil) atau ISPO (Indonesia sustainable palm oil).